Poin Penting
- Mirae Asset memangkas target IHSG 2026 menjadi 6.800 dari 10.500
- Penguatan IHSG dinilai terbatas akibat risiko ekonomi dan potensi downgrade ke frontier
- BBCA dan BRIS menjadi saham pilihan di tengah pasar yang defensif.
Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia merevisi target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir 2026 menjadi 6.800, turun signifikan dari proyeksi sebelumnya sebesar 10.500.
Revisi tersebut mencerminkan meningkatnya berbagai risiko yang masih membayangi pasar saham domestik.
Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa dalam proyeksi terbaru tersebut, Mirae Asset menetapkan bullish case IHSG di level 7.800, sedangkan bearish case berada di 5.500.
“Kita ubah target dari IHSG kita dari sebelumnya itu 10.500 menjadi 6.800 dan untuk bullish case-nya itu ada di 7.800, sementara bearish-nya itu di 5.500,” ucap Rully dalam Media Day di Jakarta, Senin (21/7).
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melesat 1,41 Persen ke Level 6.319
Menurut Rully, dengan target tersebut ruang penguatan IHSG hingga akhir tahun diperkirakan tidak terlalu besar. Hal itu dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi yang masih berlanjut, tekanan inflasi yang tinggi, serta potensi pelemahan kinerja laba emiten.
“Bahwa mungkin masih ada risiko frontier itu masih terbuka ya, sehingga ini juga mungkin akan menghambat recovery dari indeks ya, kalau kita lihat recovery-nya itu tidak akan lebih bersifat fisik, tapi akan lebih gradual,” imbuhnya.
Meski demikian, Rully menilai valuasi pasar saham Indonesia saat ini sudah relatif murah dengan price to earnings (PE) sekitar 9 kali. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mendorong kenaikan IHSG secara signifikan karena masih dibayangi berbagai sentimen negatif.
“Jadi kalau kita lihat mungkin masih ada room untuk hire tapi tidak terlalu tinggi, mengingat berbagai sentimen-sentimen negatif yang saya sebutkan tadi,” ujar Rully.
Dalam kondisi pasar yang masih defensif, Mirae Asset menilai pergerakan IHSG akan lebih ditopang oleh saham-saham berfundamental kuat dan memiliki kinerja yang stabil.
Baca juga: Valuasi Pasar Saham Indonesia Dinilai Masih Menarik, Ini Alasannya
Rekomendasi Saham
Sejalan dengan itu, Mirae Asset merekomendasikan saham sektor perbankan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang dinilai tetap solid serta PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) yang dianggap memiliki profil risiko relatif lebih rendah di antara bank-bank Himbara.
Hingga menjelang penutupan perdagangan sesi I, Senin (21/7), kedua saham tersebut masih bergerak di zona hijau. Saham BBCA naik 0,39 persen ke level Rp6.500, sementara BRIS menguat 1,34 persen menjadi Rp1.890 per saham. (*)
Editor: Galih Pratama


