Poin Penting
- IHSG sesi I ditutup menguat 1,41 persen ke level 6.319,85, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,07 triliun
- Sebanyak 387 saham menguat, dipimpin sektor properti (+2,93 persen) dan energi (+2,75 persen), sementara sektor kesehatan turun 1,39 persen
- Mayoritas bursa Asia bergerak positif, dipimpin Nikkei 225 yang naik 2,56 persen, sedangkan Shanghai Composite melemah 0,43 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sesi I, Senin (21/7), dengan ditutup naik 1,41 persen ke level 6.319,85 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.231,78.
Berdasarkan data RTI Business, aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Sebanyak 30,96 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 1,76 juta kali. Sementara itu, total nilai transaksi tercatat sebesar Rp11,07 triliun.
Dari pergerakan saham, sebanyak 387 saham menguat, 224 saham melemah, dan 181 saham ditutup stagnan.
Baca juga: Valuasi Pasar Saham Indonesia Dinilai Masih Menarik, Ini Alasannya
Secara sektoral, hampir seluruh indeks mencatatkan penguatan. Sektor properti memimpin kenaikan setelah melesat 2,93 persen, diikuti sektor energi yang naik 2,75 persen, sektor bahan baku 2,37 persen, sektor teknologi 2,06 persen, dan sektor infrastruktur 1,92 persen.
Selain itu, sektor industrial menguat 1,77 persen, sektor barang konsumsi siklikal naik 0,83 persen, sektor transportasi bertambah 0,59 persen, sektor barang konsumsi non-siklikal menguat 0,52 persen, serta sektor keuangan naik 0,49 persen.
Baca juga: RUPSLB Astra Setujui Buyback Rp8 Triliun dan Program Kepemilikan Saham Manajemen
Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang masih berada di zona merah dengan penurunan 1,39 persen. Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh turunnya harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar 3,25 persen.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia juga bergerak positif. Nikkei 225 Jepang menguat 2,56 persen dan Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,03 persen. Sebaliknya, Shanghai Composite Index terkoreksi 0,43 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


