Poin Penting
- IHSG menguat 1,41 persen ke level 6.319,85 di tengah kembalinya net buy investor asing.
- Pengamat menilai arus dana asing mulai membaik, tetapi belum cukup untuk disebut sebagai tren yang kuat.
- Stabilitas rupiah, rekomendasi JP Morgan terhadap BBRI, dan potensi rotasi dana global menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali melanjutkan penguatannya pada sesi I perdagangan Selasa (21/7) ke level 6.319,85 atau menguat 1,41 persen.
Penguatan IHSG tersebut sejalan dengan mulai masuknya kembali dana investor asing ke pasar saham Indonesia dalam dua hari perdagangan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan, investor asing membukukan net buy sebesar Rp725 miliar pada Jumat (17/7) dan Rp156 miliar pada Senin (20/7).
Baca juga: IHSG Sepekan Menguat 4,24 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kondisi tersebut belum cukup untuk disimpulkan sebagai awal tren net foreign buy yang berkelanjutan.
“Namun, kondisi ini layak menjadi perhatian karena dalam banyak siklus pasar sebelumnya, perubahan tren arus dana asing umumnya diawali oleh akumulasi bertahap sebelum berkembang menjadi pembelian dalam skala yang lebih besar,” kata Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Sentimen Positif Mulai Bermunculan
Lebih lanjut Hendra mengatakan peningkatan rekomendasi dari JP Morgan terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut menjadi sentimen positif bagi pasar.
Menurutnya, hal tersebut mencerminkan mulai tumbuhnya keyakinan investor institusi global bahwa valuasi saham-saham Indonesia kembali menarik setelah mengalami koreksi cukup dalam.
Baca juga: Lima Saham Pengerek IHSG Pekan Ini, Perbankan Mendominasi
Selain itu, sejumlah faktor domestik juga dinilai berpotensi mendorong berlanjutnya aliran dana asing, seperti stabilitas nilai tukar rupiah yang diperkirakan semakin baik berkat komitmen Bank Indonesia (BI), tingginya imbal hasil obligasi pemerintah, serta ekspektasi membaiknya kinerja emiten pada kuartal II 2026.
Peluang Rotasi Dana ke Pasar Negara Berkembang
Dari sisi global, koreksi yang terjadi di sejumlah bursa saham utama, terutama saham-saham teknologi yang sebelumnya terdorong euforia kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dinilai membuka peluang terjadinya rotasi investasi ke pasar negara berkembang.
Dengan valuasi IHSG yang relatif lebih murah dibandingkan beberapa pasar regional, Indonesia dinilai berpotensi menjadi salah satu tujuan aliran modal asing selama kondisi fundamental ekonomi domestik tetap terjaga.
Baca juga: Rekap Pasar Sepekan: IHSG Melonjak 4,24 Persen, Rupiah dan Obligasi Kompak Menguat
Secara teknikal, Hendra menilai tren penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut. Meski demikian, ruang kenaikannya diperkirakan mulai terbatas dengan area 6.300 sebagai level yang perlu diuji, sementara level 6.191 menjadi area support penting untuk menjaga momentum penguatan. (*)
Editor: Yulian Saputra


