Poin Penting
- Pendapatan PSAT tumbuh 9,9 persen menjadi Rp1,07 triliun pada 2025.
- Total aset meningkat 12 persen didorong investasi penambahan armada.
- Perseroan akan fokus pada diversifikasi komoditas, ekspansi wilayah, dan digitalisasi operasional pada 2026.
Jakarta – PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT), perusahaan jasa transportasi laut yang berfokus pada pengangkutan komoditas sektor pertambangan mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha 9,9 persen secara tahunan ke Rp1,07 triliun pada 2025.
Dari sisi total aset, PSAT membukukan pertumbuhan aset sebesar 12 persen secara tahunan menjadi Rp1,68 triliun di 2025 dari sebelumnya Rp1,5 triliun di 2024. Sementara untuk permodalan, PSAT membukukan total ekuitas Rp1,29 triliun di 2025, tumbuh 9,9% dari Rp1,17 triliun di 2024.
Baca juga: Pemerintah Serahkan DIM RUU Perkoperasian, Singgung LPS hingga KDMP
Direktur Keuangan Pancaran Samudera Transport, Wendi Arifin mengungkapkan pertumbuhan total aset tersebut disebabkan oleh pertumbuhan aset tidak lancar. Khususnya, aset tetap berupa kapal, seiring dengan realisasi investasi untuk memperkuat jumlah armada perseroan.
“Untuk ekuitas, ini utamanya disebabkan oleh adanya peningkatan ekuitas ketika melakukan IPO di tahun 2025,” ujar Wendi saat acara public expose PSAT di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Laba Tertekan akibat Kenaikan Biaya Operasional
Meskipun mencatatkan pertumbuhan pendapatan, laba bersih PSAT terpantau mengalami koreksi 91 persen secara tahunan ke Rp23 miliar di 2025 dari Rp243,36 miliar di 2024. Begitu pula dengan laba brutonya yang juga turun 55 persen ke Rp145,82 miliar di 2025 dari Rp327,34 miliar pada 2024.
Koreksi laba tersebut dipicu oleh dinamika industri yang cukup menantang, baik dari kondisi ekonomi global maupun domestik, seperti penurunan produksi dan permintaan batu bara. Selain itu, ada pula peningkatan biaya operasional yang dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar serta penggunaan kapal sewa jangka pendek sebagai bagian dari strategi menjaga kontinuitas layanan kepada pelanggan.
Baca juga: Sektor Pertambangan RI Jeblok di Kuartal III 2025, Benarkah Akibat Lesunya Permintaan?
“Terjadi kenaikan cost yang sangat signifikan; cost bahan bakar, cost perawatan kapal, cost operasional kapal, yang tidak diiringi dengan penyesuaian tarif angkut. Jadi, yang terdampak adalah semua laba perusahaan yang turun sepanjang tahun 2025,” imbuh Direktur Utama Pancaran Samudera Transport, Susanto.
Optimalkan Armada dan Tambah Pelanggan Baru
PSAT di satu sisi akan terus berupaya memperbaiki kinerja melalui utilisasi armada, optimalisasi kontrak yang sudah ada, serta penambahan pelanggan baru. Soal kenaikan harga bahan bakar, Wendi di satu sisi menyatakan jika pihaknya dapat memanfaatkan beberapa kontrak tertentu yang memungkinkan perseroan membagi beban biaya bersama pelanggan.
“Perseroan memiliki mekanisme untuk melakukan penyelesaian tarif (lewat beberapa kontrak), yang mana memungkinkan sebagian kenaikan biaya ini untuk dapat diteruskan kepada pelanggan,” terang Wendi.
Baca juga: PSAT dan ASPR Resmi Tercatat di BEI, Saham Langsung Menguat
Sementara itu, terkait pembagian dividen, Wendi mengatakan jika pihaknya saat ini masih berupaya untuk memenuhi ketentuan dari POJK, yang mana laba perseroan sekarang masih ditempatkan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan operasional perseroan pada 2026.
Dana IPO Digunakan untuk Armada dan Operasional
Dalam paparan publik tersebut, Perseroan juga menyampaikan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang telah diterima Perseroan.
Dana tersebut digunakan antara lain untuk pembelian kapal melalui entitas anak usaha, PT Pancaran Karya Shipping, sebesar Rp175 miliar, pembelian bahan bakar untuk kegiatan operasional sebesar Rp18,27 miliar, serta pembayaran biaya Penawaran Umum sebesar Rp6,84 miliar.
Realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum ini telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor 002/CORSEC-PAN/PST/I/2026 tanggal 12 Januari 2026 mengenai Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham PT Pancaran Samudera Transport Tbk per 31 Desember 2025.
Baca juga: Ini Alasan PSAT Patok Harga IPO di Rentang Rp850-900 per Saham
Tahun 2026, Perseroan akan memperkuat pertumbuhan melalui diversifikasi komoditas, perluasan wilayah pengiriman, dan pengembangan kerja sama dengan pelanggan baru.
Perseroan juga akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui penerapan CRM, digitalisasi operasional, efisiensi penggunaan sumber daya, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Di samping itu, perseroan juga mengumumkan penggunaan logo baru perusahaan. (*) Steven Widjaja


