Poin Penting
- Kanker payudara menjadi kasus tertinggi pada perempuan Indonesia dengan sekitar 66 ribu kasus dan sering terlambat terdeteksi
- Mayoritas pasien menunda pemeriksaan, padahal deteksi dini bisa meningkatkan peluang sembuh hingga 99 persen
- Prudential meluncurkan PRULady untuk mendorong deteksi dini dan memperluas perlindungan kanker payudara bagi perempuan.
Jakarta – Kasus kanker payudara masih menjadi ancaman kesehatan bagi perempuan Indonesia. Selain jumlah kasus yang terus meningkat, banyak pasien juga diketahui menunda pemeriksaan maupun pengobatan sehingga penyakit baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.
Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker payudara menjadi jenis kanker dengan kasus baru tertinggi pada perempuan di Indonesia, mencapai sekitar 66 ribu kasus atau lebih dari 30 persen dari total kasus kanker pada perempuan.
Tak hanya itu, hasil survei Studi Prudential–Suara Pasien Indonesia yang dilakukan bersama Economist Impact menunjukkan bahwa 9 dari 10 responden mengaku pernah menunda perawatan, sementara hampir separuhnya menyatakan berulang kali menunda pengobatan.
Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena keterlambatan penanganan berpotensi membuat pasien baru terdiagnosis ketika penyakit sudah memasuki tahap lebih berat.
“Masih banyak orang yang merasakan gejala, tetapi tidak segera mencari pengobatan. Padahal deteksi dini dan perlindungan kesehatan menjadi sangat penting,” ujarnya, dalam peluncuran produk PRULady di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Baca juga: Perkuat Strategi Keberlanjutan, Program Prudential Indonesia Jangkau 458.516 Ribu Penerima Manfaat
Vikas menambahkan perusahaan melihat perlindungan kesehatan saat ini tidak lagi sekadar pembayaran klaim ketika seseorang didiagnosis sakit, melainkan juga mendorong langkah promotif dan preventif.
Selain tingginya angka kasus, biaya layanan kesehatan juga terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Prudential menilai kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan semakin tinggi.
Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi RS EMC Grha Kedoya, dr Arif Winata Sp.B(K) Onk, mengatakan deteksi dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Menurut dia, berdasarkan data American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup dapat mencapai hingga 99 persen apabila kanker ditemukan saat masih berupa benjolan kecil dan belum memasuki stadium lanjut.
Sebaliknya, apabila kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut, proses pengobatan menjadi lebih kompleks, memerlukan waktu lebih lama, dan biaya yang jauh lebih besar.
“Kita perlu memahami bahwa biaya pengobatan kanker tidak kecil, sehingga langkah promotif, preventif, dan deteksi dini menjadi kunci utama,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Prudential Indonesia meluncurkan PRULady, produk perlindungan kanker payudara bagi perempuan dengan premi mulai Rp300 ribuan per bulan.
Produk tersebut juga dilengkapi fitur pemeriksaan berkala serta manfaat potongan premi hingga 5 persen bagi nasabah yang tidak terdiagnosis gejala kanker payudara dalam pemeriksaan tahunan.
Prudential menyebut pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin sekaligus mendukung target pemerintah dalam memperkuat deteksi dini kanker payudara.
Prudential Bidik Segmen Perempuan dan Perluas Pasar
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan PRULady tidak hanya ditujukan sebagai produk perlindungan kesehatan, tetapi juga menjadi strategi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar pada segmen perempuan.
Menurut Karin, perusahaan melihat masih ada ruang pertumbuhan karena banyak masyarakat yang telah memiliki asuransi kesehatan, tetapi belum memiliki perlindungan khusus terhadap kanker payudara. Selain menyasar nasabah baru, produk ini juga dapat menjadi pelengkap bagi nasabah eksisting.
“Kami mencari segmen pasar baru yang penetrasinya masih rendah dan menghadirkan produk yang berbeda,” ujarnya.
Baca juga: AI Bakal jadi Faktor Penentu Daya Saing di Industri Asuransi
Ia menjelaskan, sekitar 50 persen dari total nasabah Prudential Indonesia saat ini merupakan perempuan dengan jumlah mencapai hampir 1 juta nasabah. Melalui PRULady, perusahaan ingin memperluas penetrasi pasar baik kepada nasabah baru maupun nasabah eksisting.
Prudential juga belum menetapkan target premi maupun target jumlah nasabah untuk produk tersebut karena fokus awal masih diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara. (*) Ayu Utami


