Poin Penting
- LPEI membukukan laba bersih Rp77 miliar pada kuartal I 2026, naik 81 persen yoy, dengan NPL nett membaik ke 1,77 persen
- Disbursement PKE mencapai Rp3,6 triliun atau tumbuh 39 persen yoy, didorong program Trade Finance, Kawasan, dan UKM
- Hingga Maret 2026, Indonesia Eximbank membina 2.379 Desa Devisa dan mencetak total 1.774 eksportir baru.
Jakarta – Indonesia Eximbank (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI) mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal I 2026 dengan mencatatkan laba bersih Rp77 miliar. Angka ini tumbuh 81 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42 miliar.
Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas bisnis dan perbaikan kualitas aset. Pembiayaan business unit tercatat sebesar Rp32,3 triliun, meningkat 13 persen dari Rp28,6 triliun.
Sementara itu, penjaminan mencapai Rp4,2 triliun dan volume asuransi sebesar Rp1,4 triliun. Ini menegaskan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung pembiayaan dan mitigasi risiko bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.
Baca juga: Realisasi Penyaluran PKE LPEI 2025 Capai Rp13,5 Triliun, Melesat 85 Persen
Dari sisi kualitas aset, Indonesia Eximbank mencatat collection dan special asset sebesar Rp648 miliar. Kinerja yang positif tersebut turut mendorong perbaikan rasio non performing loan (NPL) nett menjadi 1,77 persen dari sebelumnya 2,41 persen pada posisi Desember 2025.
Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sukatmo Padmosukarso mengatakan, capaian kinerja tersebut menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan bisnis dan risiko yang dijalankan oleh Indonesia Eximbank untuk menjaga agar bisnis tetap sehat dan tumbuh berkelanjutan.
“Peningkatan kinerja Indonesia Eximbank ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pembiayaan ekspor nasional dan perbaikan fundamental pengelolaan aset. Ini juga mencerminkan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, namun tetap memenuhi prudential norms untuk menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan usaha,” kata Sukatmo dikutip 21 Mei 2026.
Selain itu, lanjut Sukatmo, dalam mendukung program ekspor nasional melalui Penugasan Khusus Ekspor (PKE), realisasi disbursement PKE pada kuartal I 2026 mencapai Rp3,6 triliun atau meningkat 39 persen yoy.
Adapun Program PKE Trade Finance dan PKE Kawasan menjadi kontributor disbursement terbesar, sementara Program PKE UKM merupakan program dengan portofolio debitur terbanyak yang menunjukkan bahwa program ini mengakomodasi kebutuhan pelaku UKM berorientasi ekspor.
“Melalui program PKE, pelaku usaha berorientasi ekspor dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlanjutan usaha, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, serta memperluas akses ke pasar internasional, khususnya negara-negara nontradisional,” ujar Sukatmo.
Tidak hanya mencatatkan kinerja keuangan yang positif, Indonesia Eximbank juga terus memperkuat peran pengembangan ekspor melalui layanan jasa konsultasi dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Hingga Maret 2026, total Desa Devisa binaan Indonesia Eximbank meningkat menjadi 2.379 desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199 Desa Devisa telah mengalami peningkatan kualitas melalui penguatan kelembagaan, pelatihan manajemen ekspor, penguatan proses produksi yang berkualitas dan perluasan akses pasar termasuk melalui kegiatan business matching.
Baca jug: LPEI Gandeng IIF Perkuat Integrasi ESG dan Persiapan Aksesi OECD
LPEI juga berhasil mencetak 120 eksportir baru sehingga total akumulasi eksportir baru mencapai 1.774 eksportir.
“Berbagai pencapaian ini mencerminkan komitmen Indonesia Eximbank dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor,” tutup Sukatmo. (*)


