Poin Penting
- Hana Bank membukukan laba bersih Rp200,78 miliar di kuartal I 2026, naik 23,84 persen yoy, dan menargetkan laba Rp650,11 miliar hingga akhir tahun
- Kredit Hana Bank tumbuh 3,63 persen menjadi Rp39,67 triliun, sementara DPK naik 11,78 persen menjadi Rp30,83 triliun
- Hana Bank menjaga kualitas aset dengan NPL gross 0,72 persen dan CAR 27,05 persen, serta memperkuat layanan digital melalui fitur reksa dana di LINE Bank.
Jakarta – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) berhasil menjaga momentum pertumbuhan kinerja di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi. Di kuartal I 2026, Hana Bank berhasi mengantongi laba bersih sebesar Rp200,78 miliar, atau tumbuh 23,84 persen year on year (yoy).
Hingga akhir 2026, Hana Bank sendiri membidik laba bersih sebesar Rp650,11 miliar.
Direktur Branch Business Hana Bank, Hendri Setiawan mengungkapkan, pencapaian kinerja laba di tengah berbagai dinamika ekonomi itu tidak lepas dari strategi bisnis yang penuh kehati-hatian.
“Kami melihat masih ada ruang pertumbuhan ke depannya, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana,” ujar Hendri dalam media gathering di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Baca juga: Nasabah Hana Bank Kini Bisa Akses 4 Produk Reksa Dana Sucor AM
Dari sisi intermediasi, Hana Bank menyalurkan kredit sebesar Rp39,67 triliun di tiga bulan pertama 2026. Angka itu meningkat 3,63 persen secara tahunan. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp30,83 triliun, atau tumbuh 11,78 persen.
“Khusus DPK target kita di 2026 sebesar Rp29,50 triliun. Namun ternyata di kuartal I sudah mencapai Rp30,83 triliun dan mudah-mudahan naik terus,” lanjut Hendri.
Pendapatan bunga bersih Hana Bank juga tercatat sebesar Rp449,66 miliar. Hingga akhir tahun ini, Hana Bank membidik pendapatan bunga bersih bisa mencapai 1,89 triliun. Hana Bank pun menutup kuartal I 2026 dengan total aset sebesar Rp54,60 triliun, atau meningkat 5,64 persen ketimbang Rp51,68 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Hingga akhir 2026, total aset ditargetkan bisa tembus Rp56,65 triliun.
Dari sisi kualitas aset, meski kondisi ekonomi terbilang challenging, Hana Bank mampu menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di posisi sangat rendah. NPL gross terjaga di level 0,72 persen, sedangkan NPL net di level 0,27 persen. Rasio NPL bank ini tercatat jauh di bawah rerata industri perbankan nasional yang berada di posisi 2,1 persen (gross) dan 0,8 persen (net).
Secara fundamental, Hana Bank juga tercatat memiliki permodalan yang kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) terjaga di level 27,05 persen, masih di atas rata-rata CAR perbankan nasional di level 25,09 persen.
Baca juga: Tumbuh 17,63 Persen, Hana Bank Kantongi Laba Bersih Rp611 Miliar di 2025
Hendri menegaskan, untuk menopang kinerja tahun ini, Hana Bank akan fokus mendorong pertumbuhan aset, pendapatan operasional bruto, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Langkah strategis itu akan dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan kantor cabang.
Di kuartal I 2026, Hana Bank juga telah meluncurkan fitur investasi reksa dana di layanan perbankan digital LINE Bank by Hana Bank (LINE Bank) untuk mendukung nasabah dalam mengelola aset, dan menambah mitra wealth management untuk menghadirkan pilihan produk investasi yang lebih lengkap bagi nasabah. Produk yang dihadirkan dirancang relevan dengan tujuan investasi dan profil risiko nasabah. (*) Ari Astriawan


