Poin Penting
- Prudential Indonesia meluncurkan Levela, platform literasi keuangan digital gratis untuk usia 18–25 tahun
- Program ini berisi enam modul tentang anggaran, tabungan, utang, asuransi, dan keamanan digital.
- Prudential menargetkan 100 ribu peserta menyelesaikan minimal tiga modul hingga akhir 2026.
Jakarta – Di tengah semakin tingginya adopsi layanan keuangan digital di kalangan generasi muda, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memilih memperkuat strategi jangka panjang melalui peningkatan literasi keuangan.
Perusahaan meluncurkan Levela, platform edukasi keuangan digital gratis yang menyasar kelompok usia 18-25 tahun agar lebih siap mengambil keputusan finansial secara mandiri sekaligus membangun ketahanan keuangan sejak dini.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan peluncuran Levela merupakan kelanjutan dari program literasi keuangan anak-anak, Cha-Ching. Kini diperluas untuk mendampingi generasi muda saat mulai memiliki penghasilan dan mengelola keuangannya sendiri.
Baca juga: Laba Prudential Indonesia Melonjak 44 Persen jadi Rp2,4 Triliun di 2025, Ini Penopangnya
“Melihat antusiasme dan dampak positif dari program Cha-Ching, kami menghadirkan Levela untuk mendampingi generasi muda pada tahap selanjutnya, yakni saat mereka mulai mengambil keputusan keuangan secara mandiri dan memiliki penghasilan,” ujarnya dalam acara peluncuran Levela di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurutnya, pendekatan digital dipilih agar materi edukasi lebih mudah dijangkau tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Levela dikemas dalam enam modul interaktif yang dapat diakses melalui aplikasi maupun situs website sehingga pengguna dapat belajar secara mandiri sesuai kebutuhan.
“Kami mengemasnya dalam enam modul. Jadi bisa diikuti di mana saja, kapan saja, sambil menunggu, di rumah, di kampus, di kantor, di mana saja. Kami memang memosisikan Levela untuk dewasa muda,” kata Karin.
Targetkan 100 Ribu Peserta
Ia menambahkan, kemudahan akses tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan literasi keuangan. Hingga akhir 2026, Prudential menargetkan sekitar 100 ribu peserta dapat menyelesaikan sedikitnya tiga modul pembelajaran.
“Harapan kami sampai akhir tahun sekitar 100 ribu peserta dapat menyelesaikan sekitar tiga modul. Tentunya implementasi ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” imbuhnya.
Strategi tersebut hadir di tengah tantangan pengelolaan keuangan yang dihadapi generasi muda. Berdasarkan data yang dipaparkan Prudential Indonesia, sekitar 58 persen Gen Z masih dipersepsikan memiliki kecenderungan konsumtif dan aktif mengikuti tren.
Di sisi lain, layanan buy now, pay later (BNPL) semakin banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, mulai dari perjalanan dan hiburan (54 persen), produk fesyen (42 persen), hingga pembelian gawai terbaru (43 persen).
Sementara itu, hasil survei PwC Voice of the Consumer 2025 menunjukkan sebanyak 50 persen konsumen Indonesia semakin mengkhawatirkan kondisi ekonomi dan kenaikan biaya hidup.
Baca juga: OJK: 11 Asuransi Belum Setor Laporan Keuangan Berbasis PSAK 117
Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam membelanjakan uang dan mencari alternatif yang lebih terjangkau.
Melalui enam modul pembelajaran, Levela membahas berbagai aspek pengelolaan keuangan. Mulai dari penyusunan anggaran, kebiasaan menabung, pengelolaan utang, perencanaan keuangan sesuai tujuan hidup, pemahaman mengenai pentingnya perlindungan melalui asuransi, hingga cara mengenali dan menghindari penipuan digital.
Dalam implementasinya di Indonesia, Prudential Indonesia menggandeng Ruangguru dan Prestasi Junior Indonesia (Junior Achievement Indonesia) untuk memperluas jangkauan program kepada generasi muda di berbagai daerah. (*) Alfi Salima Puteri


