Poin Penting
- Rintis Sejahtera menggelar Prima Executive Gathering 2026 untuk memperkuat kolaborasi industri sistem pembayaran
- Forum membahas ketahanan siber, AI, dan pembayaran lintas negara demi memperkuat ekosistem pembayaran
- Prima Awards 2026 mengapresiasi mitra Jaringan PRIMA yang berkontribusi pada industri sistem pembayaran.
Bali – Di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital, industri sistem pembayaran dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan ancaman siber, percepatan adopsi artificial intelligence (AI), hingga kebutuhan memperluas interoperabilitas pembayaran lintas negara.
Kondisi tersebut menuntut kolaborasi yang semakin erat antara regulator, pelaku industri, dan penyedia infrastruktur guna memastikan sistem pembayaran nasional tetap aman, andal, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu pilar infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional dan pengelola layanan switching Jaringan PRIMA, PT Rintis Sejahtera kembali menyelenggarakan Prima Executive Gathering 2026 dengan tema “Beyond Tomorrow: Securing Progress – Accelerating in Unity” pada 6 Agustus 2026 di The Mulia, Nusa Dua, Bali.
Forum tahunan ini menghadirkan ruang dialog strategis bagi regulator, industri perbankan, asosiasi, pelaku teknologi, serta mitra internasional untuk bertukar perspektif, berbagi praktik terbaik global, serta memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika industri pembayaran yang terus berkembang.
Baca juga: Libya Gabung Sistem Pembayaran China, Ketergantungan Dolar AS Dikurangi
Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera, Abraham J. Adriaansz, mengatakan bahwa semakin tingginya aktivitas ekonomi digital membawa konsekuensi meningkatnya tuntutan terhadap keamanan, keandalan, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran.
“Pertumbuhan industri sistem pembayaran Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Di balik pertumbuhan tersebut terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan seluruh ekosistem tetap aman, andal, dan dipercaya masyarakat,” ujar Abraham dalam keterangan resmi, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Abraham menjelaskan, ketahanan sistem pembayaran saat ini tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pelaku industri membangun kolaborasi, menyelaraskan standar, serta memperkuat tata kelola secara berkelanjutan.
“Melalui Prima Executive Gathering 2026, kami berharap tercipta ruang dialog yang mampu menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat daya saing industri sistem pembayaran Indonesia di masa depan,” imbuhnya.
Sejalan dengan tema tersebut, Prima Executive Gathering 2026 akan membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian industri, antara lain penguatan ketahanan siber, peningkatan investasi teknologi, kepatuhan terhadap regulasi, keberlanjutan model bisnis industri pembayaran, serta penguatan tata kelola ekosistem pembayaran di tengah percepatan transformasi digital.
Forum ini juga akan mengangkat berbagai peluang yang muncul dari pemanfaatan teknologi baru, termasuk Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung penguatan keamanan transaksi, pengelolaan risiko, dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Selain itu, pembahasan mengenai interoperabilitas pembayaran lintas negara (Cross-Border Interoperability) akan menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan kawasan regional.
Sebagai forum strategis, Prima Executive Gathering 2026 akan menghadirkan Opening Keynote Speech dari Bank Indonesia, dilanjutkan dengan sesi International Best Practices yang menghadirkan perspektif global mengenai transformasi sistem pembayaran.
Forum ini juga akan mempertemukan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) serta pelaku industri perbankan dalam diskusi panel mengenai berbagai tantangan dan peluang pengembangan industri pembayaran nasional.
Para panelis akan berbagi pengalaman serta berbagi perspektif mengenai AI, transformasi digital, kepercayaan nasabah, hingga ketahanan operasional.
Diskusi ini menekankan langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan agar industri sistem pembayaran Indonesia dapat terus bertransformasi sekaligus mempertahankan kinerja di tengah meningkatnya ketidakpastian.
Rangkaian acara akan ditutup dengan penyelenggaraan Prima Awards, sebagai bentuk apresiasi kepada mitra Jaringan PRIMA yang dinilai berhasil memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri sistem pembayaran nasional.
Di lain pihak, Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, menjelaskan bahwa proses penilaian Prima Awards dilakukan secara independen oleh Biro Riset Infobank berdasarkan kinerja perusahaan, sehingga penghargaan tersebut diharapkan mampu menjadi tolok ukur sekaligus motivasi bagi pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi.
Baca juga: Melalui Kemitraan Strategis Ini, Rintis Dorong BPR Tingkatkan Skala Bisnis
“Melalui Prima Awards 2026, penghargaan ini menjadi bukti nyata atas pencapaian para mitra Jaringan PRIMA, dan mendorong seluruh pelaku industri untuk terus berinovasi, memperkuat resiliensi, serta membangun ekosistem sistem pembayaran nasional yang semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” sebut Eko.
Melalui penyelenggaraan Prima Executive Gathering 2026, PT Rintis Sejahtera berharap forum ini dapat memperkuat sinergi antara regulator, industri, asosiasi, dan mitra teknologi dalam membangun sistem pembayaran nasional yang semakin aman, inovatif, adaptif, serta mampu mendukung pertumbuhan yang lebih besar bagi masa depan ekonomi Indonesia. (*) Steven Widjaja


