Poin Penting
- FIF membukukan laba bersih Rp2,37 triliun pada semester I 2026, naik 4,48 persen yoy ditopang pertumbuhan pembiayaan menjadi Rp25,43 triliun
- Penyaluran pembiayaan meningkat 7,07 persen yoy dengan total 1,70 juta unit dibiayai dari seluruh lini bisnis
- NSA naik 11,79 persen menjadi Rp55,57 triliun, sementara rasio NPF Nett tetap sehat di level 0,28 persen.
Jakarta- PT Federal International Finance (FIF) mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026 dengan membukukan laba bersih Rp2,37 triliun.
Laba tersebut tumbuh 4,48 persen secara tahunan atau year on year (yoy) ketimbang tahun lalu yang sebesar Rp2,27 triliun.
Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 7,07 persen yoy dari Rp23,75 triliun di Juni 2025 menjadi Rp25,43 triliun pada Juni 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, jumlah unit yang dibiayai juga meningkat menjadi sekitar 1,70 juta unit, menunjukkan konsistensi permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan FIF.
Baca juga: FIFGROUP Perkuat Tata Kelola di Tengah Berlakunya KUHP Baru
Kinerja positif FIF tersebut merupakan hasil kontribusi dari seluruh portofolio layanan pembiayaan FIF, yaitu FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA pembiayaan produk elektronik, gadget, dan perabot rumah tangga, dan DANASTRA untuk pembiayaan multiguna.
Selain itu, portofolio FINATRA hadir lewat produk pembiayaan mikro produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta AMITRA untuk pembiayaan syariah haji dan umrah.
Presiden Direktur FIF, Indra Gunawan, mengatakan, pertumbuhan ini menjadi refleksi dari kepercayaan masyarakat serta konsumen setia yang terus meningkat terhadap layanan pembiayaan yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan di tengah kondisi perekonomian yang dinamis.
“Ke depan, FIF akan terus memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan agar dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Indra dikutip 1 Agustus 2026.
Dari sisi aset, Net Service Asset (NSA) FIF tercatat sebesar Rp55,57 triliun pada semester I 2026. Angka itu meningkat 11,79 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,71 triliun.
Baca juga: Laba Astra Otoparts (AUTO) Melonjak 22,6 Persen Jadi Rp1,2 Triliun
Sementara itu, kualitas pembiayaan perseroan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Nett berada di level 0,28 persen.
Meskipun mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut masih mencerminkan kondisi yang sehat dan terkendali.
Indra menambahkan, di tengah dinamika ekonomi domestik dan global, FIF akan terus beradaptasi dan memperkuat fundamental bisnis guna menjaga kinerja yang berkelanjutan.
“Upaya tersebut kami fokuskan pada penguatan kualitas layanan dan perluasan akses pembiayaan yang inklusif, sehingga dapat terus memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (*)


