Poin Penting
- Sun Life menilai overtreatment menjadi salah satu penyebab lonjakan premi kesehatan.
- Penanganan overtreatment membutuhkan kolaborasi regulator, rumah sakit, dan pemerintah.
- Edukasi masyarakat dinilai penting untuk menekan inflasi biaya kesehatan.
Jakarta – Di tengah lonjakan inflasi medis yang membebani industri asuransi kesehatan, praktik overtreatment atau tindakan medis berlebihan dinilai menjadi salah satu faktor yang paling mengkhawatirkan.
Presiden Direktur Sun Life, Albertus Wiroyo menilai jika praktik tersebut tidak segera dibenahi, keberlanjutan premi asuransi kesehatan yang terjangkau akan semakin sulit diwujudkan.
Menurutnya, kenaikan biaya kesehatan yang selama ini terjadi tidak semata-mata disebabkan mahalnya layanan medis atau obat-obatan, tetapi juga dipicu tindakan medis yang sebenarnya tidak diperlukan.
“Inflasi biaya kesehatan atau biaya medis itu tidak serta-merta hanya biaya medisnya yang naik, tapi salah satu faktor yang cukup lumayan besar pengaruhnya adalah overtreatment,” ujar Albertus saat ditemui usai konferensi pers di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Baca juga: Bos Infobank: Asuransi Bukan Sekadar Jualan Polis, tapi Solusi Nyata
Albertus menjelaskan, persoalan overtreatment tidak bisa diselesaikan hanya oleh perusahaan asuransi jiwa. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari regulator, rumah sakit, dokter, hingga pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.
“Dalam hal ini memang perlu koordinasi antar berbagai pihak, bukan hanya perusahaan asuransi jiwa saja, tapi juga regulator, OJK, Kementerian Kesehatan, dan BPJS untuk berkolaborasi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mulai mendorong penyehatan ekosistem asuransi kesehatan melalui regulasi terbaru.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi momentum penting untuk menekan praktik overtreatment yang selama ini ikut mendorong lonjakan premi kesehatan setiap tahun.
“Kalau overtreatment bisa dikurangi, inflasi biaya medis bisa ditekan. Ujung-ujungnya yang mendapatkan manfaat adalah nasabah,” ucapnya.
Premi Kesehatan Terus Naik
Albertus menyoroti tren kenaikan premi asuransi kesehatan yang terus terjadi dalam empat tahun terakhir. Kondisi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya biaya klaim akibat inflasi medis yang agresif.
“Asuransi kesehatan itu tiap tahun naik. Dalam empat tahun terakhir terus naik karena biaya medis juga naik,” jelas Albertus.
Baca juga: Inflasi Medis Meningkat, Risiko Kenaikan Premi Asuransi jadi Sorotan
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa praktik overtreatment bukan hanya berdampak pada industri asuransi, tetapi juga berpotensi merugikan pasien secara langsung. Menurutnya, masih banyak tindakan medis yang dilakukan meski sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
“Kadang-kadang pasien merasa karena tidak bayar langsung, jadi dilakukan saja treatment-treatment yang sebenarnya tidak perlu,” katanya.
Karena itu, Albertus menilai edukasi kepada masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem asuransi kesehatan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tindakan medis yang tepat dinilai dapat membantu menekan laju inflasi kesehatan pada masa depan.
“Nah itu juga harus kita berikan kesadaran kepada masyarakat,” tutup Albertus. (*) Alfi Salima Puteri


