Poin Penting:
- Gubernur Jakarta Pramono Anung bertemu dua menteri Singapura untuk membahas investasi, transportasi publik, dan transformasi Jakarta menuju kota global.
- Jakarta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Singapura dalam pengembangan kawasan perkotaan dan peningkatan kualitas layanan publik.
- Singapura menilai hubungan dengan Jakarta sangat erat, ditopang oleh lebih dari 200 penerbangan yang menghubungkan kedua kota setiap pekan.
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memanfaatkan kunjungannya ke Singapura untuk memperkuat kerja sama strategis antara Jakarta dan negara kota tersebut. Dalam rangkaian kegiatan Rising Fellowship pada 14–15 Juni 2026, ia bertemu dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Chee Hong Tat dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan.
Pertemuan itu difokuskan pada penguatan kemitraan di berbagai sektor, mulai dari investasi, pengembangan kawasan perkotaan, transportasi publik, hingga peningkatan kapasitas aparatur pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (17/6), Pramono menilai Singapura merupakan salah satu pusat ekonomi dan investasi paling berpengaruh di Asia sekaligus mitra strategis bagi Jakarta dalam mempercepat pembangunan kota.
Baca juga: Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Pramono Dorong Kerja Sama Strategis dengan Singapura
Menurut Pramono, penguatan hubungan dengan Singapura menjadi peluang untuk membuka investasi baru, mempercepat pembangunan kawasan berbasis transportasi publik, serta memperluas kolaborasi dalam tata kelola perkotaan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.
“Jakarta sedang menyiapkan lompatan baru menjelang usia 500 tahun. Untuk itu, kami membutuhkan lebih banyak kemitraan strategis dan investasi yang mampu mempercepat transformasi kota,” jelas Pramono, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: BTN JAKIM 2026 Perkuat Sport Tourism Jakarta, Diproyeksi Dongkrak Ekonomi hingga Rp225 M
Ia menambahkan, pertemuan dengan pemerintah Singapura membuka peluang kerja sama yang lebih konkret, mulai dari sektor transportasi, pengembangan kawasan, penguatan kapasitas aparatur, hingga investasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga Jakarta.
Pramono juga menilai pembahasan dengan kedua menteri tersebut relevan dengan kebutuhan utama Jakarta saat ini, yakni memperluas kemitraan internasional sekaligus mempercepat transformasi perkotaan.
Bahas Pengembangan Kota Berbasis Transportasi Publik
Dalam pertemuan dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Chee Hong Tat, pembahasan difokuskan pada pengembangan kota yang terintegrasi dengan transportasi publik, regenerasi kawasan, penyediaan ruang publik, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Jakarta juga membuka peluang kerja sama investasi dan pertukaran praktik terbaik dengan Singapura dalam pembangunan kota modern yang berkelanjutan.
“Target kami bukan sekadar masuk Top 50 Global City. Yang lebih penting adalah memastikan investasi, transportasi publik, dan pembangunan kawasan benar-benar membuat hidup warga Jakarta menjadi lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih produktif,” katanya.
Baca juga: Tingkatkan Kepercayaan Publik, Pramono Minta Bank Jakarta Segera IPO
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan Jakarta tidak hanya mengejar pengakuan global, tetapi juga menempatkan manfaat langsung bagi masyarakat sebagai prioritas utama.
Singapura Soroti Kuatnya Hubungan dengan Jakarta
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyambut positif pertemuan tersebut. Ia menilai Jakarta memiliki energi dan dinamika yang kuat serta hubungan yang sangat erat dengan Singapura.
Menurut Vivian, kedekatan kedua wilayah tercermin dari tingginya konektivitas dan interaksi antarmasyarakat yang terus berkembang.
“Jakarta adalah kota dengan energi dan dinamika yang luar biasa. Lebih dari 200 layanan penerbangan setiap pekan menghubungkan Singapura dan Jakarta, mencerminkan kehangatan serta kedekatan hubungan antarmasyarakat,” kata Vivian.
Baca juga: Kunjungan Mal di Jakarta Turun 10 Persen, Bukti Daya Beli Melemah?
Kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang investasi, memperkuat konektivitas, dan mempercepat langkah Jakarta menuju kota global. Bagi Pramono, kemitraan dengan Singapura menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong transformasi Jakarta yang lebih modern, kompetitif, dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (*)
Editor: Yulian Saputra


