Poin Penting
- Bank Panin membagikan dividen Rp1,01 triliun atau Rp42 per saham dari laba 2025
- Laba bersih Bank Panin 2025 mencapai Rp2,87 triliun, ditopang kenaikan pendapatan berbasis komisi
- DPK Bank Panin naik 2,98 persen dan CAR menguat menjadi 37,49 persen.
Jakarta — PT Bank Panin Tbk (PaninBank) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp1,01 triliun dari laba bersih tahun 2025, atau setara Rp42 per saham.
Keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank Panin yang digelar pada Rabu 17 Juni 2026, di Jakarta.
Presiden Direktur Bank Panin, Herwidayatmo melaporkan kinerja positif perseroan sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih Rp2,87 triliun, tumbuh 0,13 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Capaian laba tersebut terutama ditopang oleh peningkatan fee-based income yang tumbuh 3,47 persen atau sebesar Rp2,30 triliun.
Baca juga: Bank Panin Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp1,29 Triliun di Kuartal I 2026
“Demikian pula pendapatan bunga bersih berhasil ditingkatkan dan tumbuh 0,19 persen, sejalan dengan naiknya pendapatan bunga,” jelas Herwidayatmo dikutip 17 Juni 2026.
Dari sisi intermediasi, Herwidayatmo mengatakan penyaluran kredit sedikit mengalami tekanan pada 2025. Realisasi kredit tahun lalu turun 2,78 persen menjadi Rp145,08 triliun. Meski demikian, perseroan mampu menjaga kualitas kredit. Ini tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross yang turun ke level 2,82 persen dari posisi tahun sebelumnya sebesar 3,05 persen, dengan NPL net sebesar 1,04 persen.
Di tengah kondisi likuiditas yang makin ketat, Bank Panin tetap menujukkan performa mesin pengumpulan dana masyarakat. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 2,98 persen menjadi Rp156,92 triliun dan total modal meningkat 5,07 persen menjadi Rp54,98 triliun, sehingga capital adequacy ratio (CAR) juga meningkat menjadi 37,49 persen.
Baca juga: Bank Panin Dubai Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Finansial Perempuan
Sementara pada 2025, Bank Panin juga berhasil menerbitkan Obligasi sebagai sumber pendanaan jangka panjang, berupa Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap III Tahun 2025 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp.3,20 triliun.
“Dengan demikian, sampai dengan Mei 2026 jumlah obligasi yang diterbitkan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan IV Tahap I, Tahap II, Tahap III, dan Tahap IV telah mencapai Rp9,92 triliun,” tutup Herwidayatmo. (*)


