Poin Penting
- Pengguna transportasi umum di Jakarta saat ini baru mencapai sekitar 27–28 persen.
- Pramono menilai kemacetan dipicu tingginya penggunaan kendaraan pribadi oleh warga dari daerah penyangga.
- Pemprov DKI mendorong peningkatan layanan dan kolaborasi DTKJ agar penggunaan transportasi umum terus bertambah.
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan pengguna transportasi umum di Jakarta masih berada di kisaran 27–28 persen. Padahal, konektivitas antarmoda di ibu kota sudah mencapai 93 persen.
Menurut Pramono, kondisi itu menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Karena itu, ia meminta Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ikut memperbaiki tata kelola transportasi agar semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi.
Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan DKI Masih Berlangsung, Pramono: Belum Tentu Ada Tahun Depan
Permintaan itu disampaikan Pramono saat melantik 17 anggota DTKJ di Balairung, Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7). Ia berharap kehadiran DTKJ mampu mendorong sistem transportasi Jakarta menjadi lebih baik.
Transportasi Umum Jadi Kunci Atasi Kemacetan
Pramono mengingatkan kemacetan masih menjadi persoalan klasik di Jakarta. Menurutnya, penyebabnya berasal dari banyak faktor.
Salah satu faktor utama ialah sekitar 4 juta warga dari daerah penyangga yang datang ke Jakarta setiap pagi. Mereka kembali ke daerah asal pada malam hari.
Sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi itu membuat kepadatan lalu lintas terus terjadi.
Karena itu, Pemprov DKI menghadirkan sejumlah rute Transjabodetabek. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan transportasi umum sekaligus mengurangi kemacetan.
“Maka, Pemerintah DKI Jakarta yang saya pimpin mengubah paradigma itu. Transportasinya tidak lagi menggunakan pribadi, tetapi bagaimana orang kemudian menggunakan transportasi umum,” tutur Pramono, seperti dikutip dari Antara.
Transportasi Umum Sudah Terhubung, Pengguna Masih Rendah
Pramono menyebut konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai 93 persen. Namun, tingkat pemanfaatannya masih rendah.
Menurut dia, masyarakat yang menggunakan layanan tersebut baru sekitar 27–28 persen. Angka itu dinilai belum sebanding dengan infrastruktur yang telah tersedia.
Baca juga: Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Ia berharap anggota DTKJ dapat memberi kontribusi nyata. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat memilih transportasi umum sebagai moda perjalanan sehari-hari.
Kolaborasi DTKJ untuk Transportasi Jakarta
Pramono meminta DTKJ bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi itu terutama dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan operator transportasi milik Pemprov DKI Jakarta.
Ia berharap sistem transportasi Jakarta menjadi semakin terhubung, aman, dan nyaman. Dengan begitu, minat masyarakat menggunakan transportasi umum dapat terus meningkat.
“Sekali lagi, saya ingin mengucapkan selamat, dan saya memohon betul untuk bisa bersama-sama dengan stakeholder terkait, terutama dengan Dinas Perhubungan, dengan transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, untuk membuat Jakarta lebih terhubung, lebih aman, lebih nyaman, dan mudah-mudahan Jakarta menjadi lebih baik,” ungkap Pramono. (*)
Editor: Yulian Saputra


