Poin Penting:
- Danantara segera menunjuk direktur utama baru agar restrukturisasi PT Pos Indonesia tetap berjalan.
- Audit dan investigasi dipercepat setelah ditemukan indikasi dugaan rekayasa keuangan dalam proses due diligence.
- PT Pos Indonesia memastikan operasional dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal meski terjadi pergantian pimpinan.
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan nakhoda baru PT Pos Indonesia usai pengunduran diri Direktur Utama Daud Joseph.
Langkah itu dilakukan agar restrukturisasi perusahaan tetap berjalan, sekaligus mempercepat audit atas dugaan rekayasa keuangan yang ditemukan dalam proses evaluasi.
Danantara menyatakan menghormati keputusan Daud Joseph untuk mundur dari jabatannya. Proses penunjukan pemimpin baru segera dilakukan agar transformasi perusahaan tidak terhenti.
Baca juga: Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Mundur Usai 3 Bulan Menjabat, Ada Apa?
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan kepemimpinan baru akan melanjutkan agenda pembenahan PT Pos Indonesia.
“Kami menghormati keputusan tersebut dan akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi (PT Pos Indonesia),” ujar Rohan di Jakarta, dikutip Antara, Jumat, 3 Juli 2026
Danantara Lanjutkan Restrukturisasi Pos Indonesia
Selama tiga bulan terakhir, Danantara menugaskan Daud Joseph memimpin proses due diligence di PT Pos Indonesia. Pemeriksaan mencakup aspek keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan.
Hasil asesmen menunjukkan perusahaan membutuhkan pembenahan secara menyeluruh. Restrukturisasi dinilai harus dilakukan secara mendasar.
Baca juga: Begini Strategi Pos Indonesia Mendukung Penguatan Logistik KDKMP
Menurut Rohan, Daud Joseph menilai tantangan perusahaan semakin kompleks. Karena itu, fase transformasi berikutnya membutuhkan pemimpin dengan keahlian yang lebih spesifik.
“Menurut beliau (Daud Joseph), kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya,” ujar Rohan.
Audit Dugaan Rekayasa Keuangan Dipercepat
Proses evaluasi menemukan berbagai persoalan yang telah menumpuk selama bertahun-tahun. Temuan itu mencakup masalah keuangan dan tata kelola perusahaan.
Rohan mengatakan pihaknya juga menerima sejumlah laporan dugaan penyimpangan. Salah satunya ialah indikasi rekayasa keuangan yang kini memasuki tahap audit dan investigasi.
“Kami juga menerima laporan, serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rohan.
Baca juga: Lewat Pos Indonesia, Pemerintah Pastikan Penyaluran BLT Tepat Sasaran
Ia memastikan seluruh persoalan akan diselesaikan secara bertahap. Danantara juga menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik yang merusak tata kelola perusahaan.
Rohan menambahkan setiap temuan akan diproses secara profesional, transparan, dan sesuai hukum.
“Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Operasional Pos Indonesia Tetap Berjalan
PT Pos Indonesia memastikan operasional perusahaan tetap normal. Pelayanan kepada masyarakat juga tidak terdampak.
Corporate Secretary PT Pos Indonesia Iwan Gunawan mengatakan, surat pengunduran diri Daud Joseph diajukan pada Kamis (2/7). Keputusan itu diambil atas keinginan dan pertimbangan pribadi.
Iwan menegaskan tidak ada gangguan terhadap layanan maupun kinerja bisnis perusahaan.
“PT Pos Indonesia menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan,” ujarnya.
Ke depan, Danantara memastikan restrukturisasi PT Pos Indonesia tetap menjadi prioritas. Audit atas dugaan rekayasa keuangan juga akan terus berjalan untuk memperkuat tata kelola perusahaan. (*)
Editor: Yulian Saputra


