Poin Penting
- Realisasi penyaluran KUR mencapai Rp149,3 triliun atau 50,5 persen dari target 2026.
- Pembiayaan KUR melalui skema syariah baru mencapai Rp8,51 triliun atau 5,7 persen dari total penyaluran.
- Pemerintah mendorong perluasan pembiayaan syariah untuk menjangkau lebih banyak UMKM.
Jakarta – Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 1 Juli 2026 mencapai Rp149,3 triliun. Namun, penyaluran melalui skema pembiayaan syariah masih relatif kecil dibandingkan skema konvensional.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik mengatakan realisasi tersebut setara dengan 50,5 persen dari target penyaluran KUR 2026 sebesar Rp279 tiliun. Hingga awal Juli, program tersebut telah menjangkau sekitar 2,3 juta UMKM di seluruh Indonesia.
Baca juga: Polri Ajak 12.420 UMKM Perkuat Ketahanan Pangan
“Dari total penyaluran itu (KUR), berapa yang disalurkan melalui skema syariah? Jumlahnya ternyata baru sekitar Rp8,51 triliun dari total yang sudah tersalur Rp149 triliun,” ujar Riza dalam acara Islamic Finance Dialogue, dikutip, Jumat, 3 Juli 2026.
Porsi KUR Syariah Masih Rendah
Riza menjelaskan, nilai penyaluran KUR melalui skema syariah baru mencapai sekitar 5,7 persen dari total realisasi KUR. Porsi tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan pembiayaan melalui skema konvensional.
Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas akses pembiayaan syariah bagi pelaku UMKM.
Baca juga: Ojol Segera Masuk Kategori UMKM, Berhak Dapat KUR dan Insentif
Ia menilai masih terdapat potensi besar untuk meningkatkan pemanfaatan pembiayaan syariah, terutama bagi pelaku usaha yang memilih layanan keuangan berbasis prinsip syariah.
“Baru 88 ribu (nasabah KUR syariah) dari total 2,34 juta penerima sampai Juni ini, relatif kecil. Saya kira salah satu menjadi penting bagaimana eskalasi daripada ekonomi syariah untuk menjangkau UMKM-UMKM kita, memberikan kemudahan pembiayaan bagi UMKM-UMKM kita yang memang memilih ekonomi syariah ini untuk nantinya betul-betul bisa semakin luas ekspansinya,” ungkapnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


