Poin penting:
- Prabowo memerintahkan pemangkasan anak-cucu perusahaan PLN dan Pertamina untuk mempercepat keputusan bisnis.
- Struktur BUMN yang terlalu berlapis dinilai menghambat produktivitas dan efisiensi operasional.
- Danantara melaporkan proses perampingan telah menjangkau 274 perusahaan hingga akhir Juli 2026.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan PLN dan Pertamina segera memangkas anak-cucu perusahaan. Instruksi itu memicu pertanyaan besar soal kondisi struktur BUMN saat ini.
Perintah disampaikan dalam rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Minggu malam, 9 Agustus 2026. Sejumlah menteri dan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri hadir dalam pertemuan itu.
Pemerintah menilai struktur perusahaan yang terlalu berlapis memperlambat keputusan strategis. Kondisi itu dianggap menghambat produktivitas dan respons pada situasi krusial.
Baca juga: Purbaya Bocorkan Prabowo Segera Umumkan Insentif Mobil dan Motor Listrik
Prabowo Soroti Struktur Gemuk BUMN
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pengurangan layer-layer menjadi arahan langsung Presiden. Langkah itu menyasar Pertamina, PLN, dan BUMN besar lainnya.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” kata Teddy, dikutip Antara, Senin (10/8).
Instruksi itu menunjukkan pemerintah tidak hanya mengejar penghematan biaya. Fokus utamanya pada kecepatan eksekusi dan efektivitas pengelolaan perusahaan negara.
Prabowo Terima Laporan B50 dan Bioetanol
Dalam rapat yang sama, Simon Aloysius Mantiri melaporkan perkembangan program biodiesel 50 persen atau B50. Program itu telah berjalan sejak diluncurkan pada Juli 2026.
Ia juga menyampaikan kesiapan infrastruktur Pertamina untuk mendukung program bioetanol pemerintah. Laporan tersebut diterima langsung oleh Prabowo.
Foto resmi Sekretariat Kabinet menunjukkan rapat diikuti beberapa pejabat penting. Mereka antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Baca juga: Danantara Klaim Pendapatan Melonjak 400 Persen, Prabowo Minta Diaudit
Prabowo Dorong Perampingan Menyeluruh
Dorongan efisiensi sebenarnya sudah disampaikan Prabowo beberapa waktu sebelumnya. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan tindak lanjut arahan tersebut.
Menurut Rosan, pengurangan layer-layer diprioritaskan pada BUMN besar seperti Pertamina dan PLN. Tujuannya mempercepat keputusan, meningkatkan produktivitas, dan menjaga efisiensi.
Rosan menambahkan proses streamlining sudah berjalan luas. Hingga akhir Juli 2026, perampingan telah dilakukan pada 274 perusahaan.
Langkah ini memperlihatkan agenda restrukturisasi BUMN memasuki tahap lebih serius. Prabowo menempatkan efisiensi dan kecepatan keputusan sebagai prioritas utama pengelolaan BUMN. (*)
Editor: Galih Pratama


