Poin Penting:
- Malaysia akan segera mendeportasi setiap warga negara Israel yang ditemukan berada di wilayahnya.
- Pemerintah menyelidiki dugaan keterlibatan seorang warga Israel dalam operasional Network School di Johor.
- Departemen Imigrasi memastikan 266 warga asing di Forest City memiliki dokumen keimigrasian yang sah.
Jakarta – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengeluarkan peringatan keras. Setiap warga negara Israel yang ditemukan berada di negaranya akan segera dideportasi.
Sikap itu disampaikan di tengah penyelidikan dugaan keterlibatan seorang warga Israel dalam operasional komunitas hunian pribadi di Johor.
Anwar mengatakan lembaga terkait sedang menyelidiki tuduhan tersebut. Pemerintah juga menegaskan tidak akan berkompromi jika dugaan itu terbukti benar.
“Jika kami menemukan warga Israel, kami akan segera mendeportasi mereka karena kami tidak mengakui Israel,” kata Anwar, seperti dikutip harian Free Malaysia Today.
Baca juga: 9 WNI Aktivis Flotilla Disiksa di Israel, Ini Respons Menlu
Malaysia Selidiki Dugaan Keterlibatan WN Israel di Johor
Pemerintah Malaysia menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
Proses itu dilakukan untuk mengusut dugaan keterlibatan seorang warga negara Israel dalam operasional Network School, sebuah komunitas startup yang berbasis di Negara Bagian Johor.
Kementerian Dalam Negeri membuka penyelidikan setelah pemerintah Johor meminta pemerintah federal menindaklanjuti dugaan tersebut.
Hasil penyelidikan akan menjadi dasar langkah hukum berikutnya.
Kebijakan itu sejalan dengan aturan Malaysia yang tidak mengakui Israel. Karena itu, pemegang paspor Israel pada umumnya dilarang memasuki negara tersebut tanpa izin khusus.
Imigrasi Periksa Warga Asing di Forest City
Secara terpisah, Departemen Imigrasi melakukan pemeriksaan terhadap komunitas internasional di Forest City. Pemeriksaan itu berlangsung pada Rabu.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 266 warga negara asing memiliki dokumen keimigrasian yang sah. Temuan tersebut disampaikan setelah proses verifikasi oleh otoritas imigrasi.
Meski demikian, penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan warga Israel dalam komunitas startup di Johor tetap berjalan.
Pemerintah Malaysia menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.
Baca juga: ICC Resmi Keluarkan Surat Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant
Malaysia Tegaskan Sikap terhadap Israel
Pernyataan Anwar kembali menegaskan posisi pemerintah terhadap Israel. Kebijakan deportasi akan diberlakukan apabila ditemukan warga negara Israel berada di wilayah negara tersebut.
Sikap itu sekaligus memperkuat kebijakan Malaysia yang tidak mengakui Israel dan membatasi masuknya pemegang paspor Israel ke wilayahnya. (*)
Editor: Galih Pratama


