Poin Penting
- Piutang multifinance tumbuh 1,88 persen (yoy) menjadi Rp511,26 triliun pada Juni 2026, ditopang pembiayaan modal kerja yang naik 6,36 persen
- Risiko industri multifinance tetap terjaga dengan NPF Gross 3,01 persen, NPF Net 0,81 persen, dan gearing ratio 2,14 kali, masih di bawah batas OJK
- Pinjaman daring tumbuh 25,88 persen menjadi Rp105,14 triliun, sementara pembiayaan pergadaian melonjak 54,47 persen menjadi Rp162,26 triliun.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance per Juni 2026 tumbuh 1,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp511,26 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pembiayaan modal kerja yang meningkat 6,36 persen (yoy).
“Profil risiko perusahaan pembiayaan ini terjaga dengan risiko non-performing financing atau NPF Cross tercatat sebesar 3,01 persen dan NPF net sebesar 0,81 persen,” ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca juga: OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Kuat, Kredit Perbankan Melesat
Dari sisi permodalan, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,14 kali, masih jauh di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan regulator sebesar 10 kali.
Sementara itu, industri modal ventura masih mengalami tekanan. Hingga Juni 2026, nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,28 triliun atau terkontraksi 0,48 persen (yoy).
“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Juni 2026 tumbuh 25,88 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp105,14 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP 90 tercatat di posisi 4,26 persen,” sambung Agusman.
Baca juga: OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen di Juni 2026
Adapun industri pergadaian mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Penyaluran pembiayaan pada Juni 2026 meningkat 54,47 persen (yoy) menjadi Rp162,26 triliun.
Dari total tersebut, pembiayaan dalam bentuk produk gadai mencapai Rp136,28 triliun atau setara 84,36 persen dari total penyaluran pembiayaan. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


