Poin Penting
- PINTU berkolaborasi dengan Mensa Indonesia untuk edukasi kripto dan blockchain.
- Edukasi membahas blockchain, tokenisasi aset, hingga strategi investasi kripto.
- Adopsi kripto global dan Indonesia terus meningkat, didorong minat generasi digital.
Jakarta – Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menjalin kolaborasi dengan Mensa Indonesia, komunitas orang dengan IQ tinggi di Indonesia. PINTU menggelar sesi edukasi “The Future of Blockchain and Cryptocurrency” kepada lebih dari 50 anggota Mensa Indonesia.
Chairman of Mensa Indonesia, Satriadi Gunawan, yang turut hadir dalam kegiatan itu mengatakan, kehadiran PINTU memberikan perspektif baru bagi anggota Mensa Indonesia, terutama soal aset kripto.
“Crypto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap anggota dapat memahami aspek crypto dan blockchain, serta potensi ke depannya,” ujar Satria dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 5 Mei 2026.
Sebagai komunitas intelektual global, Mensa Indonesia mewadahi para individu dengan intelligence quotient (IQ) tinggi, dan berfokus pada pengembangan intelligence untuk anggota dan masyarakat. Caranya melalui pertukaran ide, berbagi pengetahuan, dan kolaborasi dengan pihak yang memiliki tujuan yang sama.
Baca juga: Adopsi Investasi Kripto Terus Meningkat, Pengguna PINTU Melonjak 72,29 Persen
Di sesi edukasi ini, PINTU mengulas sejumlah topik di industri kripto, antara lain dasar-dasar teknologi blockchain, perkembangan ekosistem aset kripto, hingga potensi teknologi blockchain, termasuk tokenisasi aset, serta strategi investasi aset kripto yang relevan bagi peserta.
Dalam pemaparannya, Ari Budi Santosa, Blockchain & Crypto Specialist PINTU mengatakan, topik The Future of Blockchain and Cryptocurrency sangat relevan, karena kripto tidak lagi bisa dipersepsikan hanya sebatas trading, melainkan sebagai teknologi berbasis blockchain yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai secara lebih transparan dan efisien.
“Salah satu perkembangan yang relevan dalam ekosistem crypto saat ini adalah tokenisasi aset, di mana berbagai aset dunia nyata, seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global. Hal ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi lintas aset dengan cara yang lebih inklusif,” papar Ari.
Baca juga: Anak Muda Makin Minati Kripto, PINTU Gandeng OJK dan Unpad Perkuat Literasi
Mengutip Pintu Academy, tokenisasi aset memungkinkan aset seperti saham, komoditas, hingga instrumen keuangan lainnya diakses secara global, diperdagangkan secara fraksional, serta memiliki likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan aset tradisional.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, PINTU ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat kesempatan, tetapi juga memahami risiko aset digital secara menyeluruh, sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang bijak.
Sebagai informasi, adopsi kripto secara global terus meningkat. Data TRM Labs menunjukkan, aktivitas retail kripto global di kuartal I 2026 mencapai USD79 miliar. Tren yang sama juga terjadi di Indonesia. State of Mobile 2025 yang dirilis oleh Sensor Tower mencatat, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi kripto tertinggi kedua di dunia, sebesar 54 persen secara tahunan. (*) Ari Astriawan


