Poin Penting
- Persaingan ketat menuntut perusahaan beralih ke ekosistem digital terintegrasi berbasis AI dan data
- Multipolar Technology mendorong adopsi solusi Microsoft untuk integrasi dan otomatisasi bisnis
- Teknologi AI memungkinkan proses lebih efisien, insight lebih tajam, dan keputusan lebih cepat.
Jakarta – Era persaingan super ketat (hiperkompetensi) menuntut perusahaan untuk membangun ekosistem digital terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Jangan harap bisa bersaing memenangkan hati konsumen jika proses bisis masih berjalan secara silo (terpisah) dan manual serta pengambilan keputusan berdasarkan insting semata. Sekarang semua berbasis data. Pelanggan juga menuntut kecepatan layanan.
Maka itu, perusahaan system integrator, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk segera membangun ekosistem digital yang terintegrasi dan berbasis AI.
Baca juga: Palo Alto: AI Buka Peluang Besar, tapi Ancaman Siber Kian Masif
Langkah itu bisa diwujudkan lewat pemanfaatan solusi-solusi teknologi, sepertio Microsoft Dynamics 365, Microsoft Copilot Studio dan Power Automate, dan Microsoft Azure Fabric IQ.
Dalam acara “Microsoft Day: Unify Your Digital Core. Drive Intelligent Automation. Scale with AI” di Jakarta, beberapa hari lalu, Halim Hartono Perdana, AI and App Head Multipolar Technology, mengatakan, integrasi ketiga solusi dari Microsoft itu tidak hanya mempercepat dan mengotomasi proses bisnis.
“Tetapi juga mampu menghasilkan insights berbasis data yang mendalam untuk mendorong inovasi dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat,” kata Halim dalam keterangan resmi, Jum’at, 24 April 2026.
Ia merinci, Microsoft Dynamics 365 adalah platform aplikasi bisnis cerdas berbasis cloud yang menyatukan kapabilitas Customer Relationship Management (CRM) dan Enterprise Resource Planning (ERP) dalam satu ekosistem.
Dengan dukungan agentic AI, solusi ini bisa mengorkestrasi operasional end to end, menyinkronkan data lintas sektor, hingga mempertajam akurasi keputusan strategis.
Sementara, Microsoft Copilot Studio dan Power Automate yang juga didukung Agentic AI berperan sebagai orkestrator otomatisasi yang menghubungkan seluruh ekosistem bisnis perusahaan.
Teknologi ini membuat perusahaan bisa mengeliminasi intervensi manual, menyinkronkan workflow end to end, dan akselerasi produktivitas. Dengan kata lain, Copilot Studio dan Power Automate berfungsi menghilangkan pekerjaan manual yang berulang dengan cara mengotomatiskan proses bisnis lintas sistem.
Baca juga: Menaker Ingatkan Dampak AI ke Dunia Kerja, hingga 50 Persen Pekerjaan Bisa Tergeser
Adapun Microsoft Azure Fabric IQ menawarkan agentic AI dalam ekosistem data yang terpadu, sehingga perusahaan bisa mengelola seluruh siklus hidup AI.
“Jadi, bisa dipahami bahwa kombinasi solusi-solusi dari Microsoft ini, yaitu Dynamics 365, Copilot Studio dan Power Automate, juga Azure Fabric IQ, dapat menyederhanakan pengelolaan data, mengotomatiskan proses bisnis, dan mempercepat pengambilan keputusan, sehingga bermuara pada efisiensi dan peningkatan kinerja perusahaan,” tutup Halim (*) Ari Astriawan








