Jakarta–Direktur Utama PT Bank Permata Tbk (PermataBank) Ridha DM Wirakusumah optimis PermataBank akan meraih laba pada kuartal pertama tahun ini. Hal itu sejalan dengan membaiknya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
Baca juga: 2017, PermataBank Coba Kerek Turun NPL ke 5%
“Kuartal pertama 2017, NPL kami kan turun menjadi 6 persen dari posisi akhir 2016 sebesar 8,83 persen. Itu disebabkan dari proses restrukturisasi yang telah kami lakukan,” ujar Ridha di Jakarta, Rabu, 29 September 2017.
Ia menjelaskan, pada tahun ini PermataBank akan melakukan restrukturisasi sebesar 30-40 persen dari NPL. Selanjutnya, bank akan melakukan perbaikan NPL dengan melakukan pencadangan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Ridha mengungkapkan, salah satu strategi untuk menurunkan NPL ialah dengan memperkuat fundamental pemberian kredit. Selain itu, pihaknya harus sangat selektif dalam menyalurkan kredit.
Baca juga: Perbaikan Ekonomi dan Harga Komoditas Perbaiki NPL
Tercatat hingga Februari 2017, PermataBank mencatat laba bersih sebesar Rp214 miliar atau naik 4,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Namun pada Februari 2017, pertumbuhan kredit masih negatif di angka 20,77 persen secara yoy menjadi Rp89,5 triliun.
Pada 2017, Ridha berharap pertumbuhan kredit dapat terus tumbuh. “Kami optimis pada pertumbuhan kredit bisa positif di angka 2 persen,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga


