Poin Penting
- Laba Permata Bank naik 16,6 persen menjadi Rp920 miliar.
- Pertumbuhan ditopang pendapatan nonbunga dan kredit korporasi.
- Likuiditas dan kualitas aset tetap terjaga solid.
Jakarta – PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp920 miliar, meningkat 16,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan Pendapatan Non-Bunga yang tumbuh 11,9% YoY.
Dari sisi intermediasi, bank yang telah diakuisisi oleh Bangkok Bank ini mencatat penyaluran kredit sebesar Rp161 triliun, atau tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Segmen korporasi masih menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 6,5 persen YoY menjadi Rp98,2 triliun. Sementara itu, segmen komersial turut mencatat kenaikan 1,8 persen YoY menjadi Rp19,7 triliun.
Kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Hal ini tecermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 2,2 persen dan Loan at Risk (LAR) sebesar 6,4 persen. Angka ini dibandingkan dengan posisi kuartal I-2025 yang masing-masing berada di level 2,0 persen dan 7,6 persen.
Baca juga: Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater
Sebagai langkah mitigasi risiko, Permata Bank membentuk pencadangan yang kuat dengan rasio NPL Coverage mencapai 355,7 persen dan LAR Coverage sebesar 120,6 persen. Upaya penyelesaian kredit bermasalah juga terus dilakukan melalui strategi restrukturisasi, litigasi, hingga penjualan aset secara terukur.
Likuiditas Tetap Solid
Di tengah dinamika ekonomi yang menantang, Permata Bank menjaga fundamental bisnis tetap kuat. Loan-to-Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 87,1 persen per akhir Maret 2026, meningkat dibandingkan 83,2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026
Likuiditas bank juga berada pada level yang sangat memadai, dengan rasio sesuai ketentuan Basel III jauh di atas batas minimum regulasi 100 persen. Hingga Maret 2026, Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata triwulanan mencapai 267,4 persen, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 122,9 persen.
Selain itu, rasio dana murah (CASA) meningkat signifikan menjadi 65,5 persen pada akhir Maret 2026, dibandingkan 58,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi optimalisasi neraca yang dijalankan perseroan.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyampaikan bahwa kinerja pada awal tahun ini mencerminkan ketahanan dan disiplin perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis.
“Didukung oleh permodalan dan likuiditas yang kuat serta pertumbuhan kredit yang selektif, kami terus menjaga kinerja bank dalam menghadapi dinamika pasar sekaligus mendukung kebutuhan nasabah dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ke depan, Permata Bank akan terus fokus pada pengembangan sumber daya manusia, optimalisasi kapabilitas digital, serta memperluas kemitraan strategis. Langkah ini sejalan dengan ambisi perseroan untuk menjadi bank yang semakin relevan bagi nasabah lintas generasi maupun pelaku usaha. (*)
Editor: Yulian Saputra








