Poin Penting
- RUPSLB ITSEC Asia menyetujui stock split 1:2, menurunkan nilai nominal saham dari Rp25 menjadi Rp12,5 untuk meningkatkan likuiditas dan akses investor ritel
- Perubahan Anggaran Dasar berdampak pada kenaikan jumlah saham beredar dari 6,71 miliar menjadi 13,43 miliar saham
- ITSEC Asia menetapkan susunan baru direksi dan komisaris guna menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memperkuat strategi pertumbuhan di sektor keamanan siber.
Jakarta — PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, 16 April 2026, yang menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat fondasi perseroan sekaligus meningkatkan akses investor di pasar modal.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Dengan demikian, nilai nominal saham yang sebelumnya sebesar Rp25 per saham menjadi Rp12,5 per saham.
CYBR menilai langkah ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memperluas partisipasi investor ritel di Bursa Efek Indonesia.
Sejalan dengan aksi korporasi tersebut, perseroan juga menyetujui perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait permodalan. Penyesuaian ini berdampak pada peningkatan jumlah saham beredar dari 6,71 miliar saham menjadi 13,43 miliar saham.
Baca juga: RUPSLB RISE Setujui Peningkatan Modal Rp3 Triliun dan Pembagian Saham Bonus
Selain itu, RUPSLB menyepakati perubahan Pasal 12 Anggaran Dasar mengenai tugas dan wewenang direksi. Perubahan ini memperjelas mekanisme representasi perseroan. Di mana, Presiden Direktur atau Wakil Presiden Direktur berwenang mewakili perusahaan, dan dalam kondisi tertentu dapat diwakili oleh dua anggota direksi lainnya.
Dalam agenda lain, rapat menerima pemberitahuan atas wafatnya Direktur Bima Kurniawan pada 14 Februari 2026. CYBR menyampaikan apresiasi atas kontribusinya serta memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab atas tindakan pengurusan selama masa jabatannya.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi CYBR
RUPSLB juga menetapkan susunan terbaru direksi dan dewan komisaris untuk melanjutkan sisa masa jabatan guna menjaga kesinambungan kepemimpinan.
Susunan Dewan Komisaris terdiri dari Presiden Komisaris Richardus Eko Indrajit, Komisaris Independen Agustinus Nicholas L. Tobing, serta Komisaris Andri Hutama Putra.
Sementara itu, jajaran direksi dipimpin oleh Presiden Direktur Patrick Rudolf Dannacher, didampingi Wakil Presiden Direktur Marek Bialoglowy, serta para direktur Eko Prasudi Widianto, Bambang Susilo, dan Doni Mora.
Baca juga: RUPS Bank Kalbar 2025: Kinerja Lampaui Target dan Siapkan Calon Dirut Baru
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan keputusan dalam RUPSLB mencerminkan komitmen perseroan untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas.
“Seiring percepatan transformasi digital di Indonesia, kebutuhan terhadap keamanan siber akan terus meningkat. Kami memastikan dari sisi teknologi, tata kelola, dan organisasi, perseroan siap tumbuh berkelanjutan,” ujarnya dikutip 17 April 2026.
Sejak berdiri pada 2010, ITSEC Asia berkembang sebagai perusahaan keamanan siber yang melayani berbagai sektor strategis, mulai dari keuangan, telekomunikasi, energi, hingga pemerintahan.
Melalui langkah strategis ini, perseroan menegaskan posisinya sebagai mitra dalam menjaga keamanan digital di tengah meningkatnya risiko siber di era transformasi digital. (*)
Editor: Galih Pratama







