Poin Penting
- Bank Aladin Syariah memperkuat ekosistem keuangan syariah digital lewat kolaborasi strategis, termasuk dengan Alfamart Group
- Strategi digital mendorong kinerja, dengan laba Rp38,3 miliar dan nasabah menembus 3,9 juta hingga kuartal II 2026
- Inovasi digital perseroan diakui melalui penghargaan Top Digital Application Syariah Banking 2026.
Jakarta – Persaingan bank digital bukan hanya soal kelengkapan fitur di aplikasi, tapi juga ekosistem layanan yang luas. Kemampuan mengembangkan ekosistem terintegrasi yang mencakup aktivitas keuangan sehari-hari menjadi strategi membangun loyalitas nasabah, sekaligus memperkuat positioning di pasar.
Pendekatan dilakukan oleh PT Bank Aladin Syariah Tbk. Emiten perbankan dengan kode saham BANK ini terus memperkuat inovasi digital untuk mengembangkan ekosistem keuangan syariah digital berbasis kolaborasi.
Strategi itu antara lain diwujudkan lewat pengembangan aplikasi perbankan yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna (user experience), memperkaya fitur, serta memperluas integrasi dengan berbagai mitra strategis.
Perseroan juga memperluas model bisnis berbasis ekosistem melalui strategi offline-to-online (O2O) dengan menggandeng berbagai mitra strategis dari sektor ritel, institusi keuangan, hingga organisasi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat.
Baca juga: Laba Bank Aladin Syariah Rp38,38 Miliar di Juni 2026, Dana Murah Melonjak 115,62 Persen
Salah satu implementasi strategi itu dilakukan lewat kolaborasi dengan Alfamart Group. Lewat kerja sama itu, Bank Aladin Syariah memanfaatkan lebih dari 25 ribu jaringan gerai Alfamart Group sebagai bagian dari ekosistem layanan.
Dengan kolaborasi itu, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan perbankan syariah secara lebih mudah dan dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Menurut Head of Marketing & Growth PT Bank Aladin Syariah Tbk Dwiyoga Kartiko Utomo, transformasi digital yang dijalankan perseroan memang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi nasabah.
Inovasi berkelanjutan terus dilakukan agar aplikasi Bank Aladin Syariah semakin relevan dengan kebutuhan keuangan masyarakat. Perseroan juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan solusi keuangan syariah digital terintegrasi.
“Kami percaya bahwa layanan digital yang baik bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman perbankan yang sederhana, aman, dan bernilai bagi setiap nasabah. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan solusi keuangan syariah digital yang semakin terintegrasi,” kata Yoga, Senin, 3 Agustus 2026.
Strategi itu terbukti berhasil menopang pertumbuhan bisnis perseroan. Hingga kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun.
Jumlah nasabahnya lebih dari 3,9 juta orang. Capaian tersebut menjadi modal bagi perseroan untuk terus memperluas kolaborasi lintas ekosistem dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang inklusif.
Melalui aplikasi Bank Aladin Syariah, nasabah dapat mengakses berbagai layanan digital, mulai dari pembukaan rekening, transaksi harian, tabungan berbasis tujuan melalui Ala Impian, deposito, pembayaran berbagai tagihan, hingga layanan tarik dan setor tunai tanpa kartu melalui jaringan mitra strategis.
Baca juga: Tingkatkan Loyalitas Nasabah, Bank Aladin Syariah Perkuat Nilai Tambah
Ragam layanan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan membangun ekosistem keuangan syariah digital yang semakin terintegrasi.
Inovasi digital dan strategi Bank Aladin Syariah tidak hanya berhasil meningkatkan performa bisnis, tapi juga mendapat pengakuan dari sejumlah lembaga. Baru-baru ini, Bank Aladin Syariah meraih penghargaan Top Digital Application Syariah Banking dalam ajang Digital Excellence Awards 2026.
Apresiasi itu diberikan kepada Bank Aladin Syariah karena dinilai berhasil menghadirkan inovasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta berkontribusi terhadap percepatan transformasi ekonomi digital di Indonesia. (*) Ari Astriawan


