Poin Penting
- Bank BSN menggelar akad massal 10.000 pembiayaan di seluruh Indonesia, dengan mayoritas untuk KPR subsidi sebanyak 6.550 akad
- BSN mencatat 33.222 unit KPR subsidi hingga Juli 2026, menempatkan perseroan di posisi kedua nasional dengan pangsa 24 persen dan menguasai 84 persen pasar KPR subsidi perbankan syariah
- Kinerja BSN tumbuh solid di usia satu tahun, dengan aset Rp81,1 triliun, pembiayaan Rp62 triliun, dan DPK Rp64,1 triliun per Juli 2026.
Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggelar penandatanganan akad massal pembiayaan syariah secara serentak di seluruh Indonesia sebanyak 10.000 unit sebagai langkah strategis memperluas penetrasi pasar sekaligus menaikkan tingkat literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah bagi masyarakat luas.
Penetrasi masif yang dipusatkan di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (24/8/2026) ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun pertama (Milad ke-1) perseroan usai resmi beroperasi sebagai Bank Umum Syariah (BUS).
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengungkapkan bahwa keberadaan 10.000 akad pembiayaan tersebut tidak sekadar merepresentasikan performa operasional perbankan, melainkan wujud nyata perseroan dalam memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
“Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kami meyakini bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat keluarga membangun kehidupan, mendidik anak-anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan menyiapkan masa depan. Pertumbuhan bank harus selalu berjalan seiring dengan peningkatan kemaslahatan dan kemanfaatan nyata bagi masyarakat,” kata Alex, dikutip Selasa (25/8).
Baca juga: Kolaborasi Bank BSN dan BAZNAS, ZIS Bakal Mudah Dibayar Lewat Bale Syariah
Helatan strategis ini turut disaksikan langsung oleh Direktur Pembiayaan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Khresnariza Harahap, Direktur Pemasaran Pembiayaan BP Tapera Achmad Zaenal Abidin, serta Direktur Utama PT Kreasi Prima Nusantara Ir. Hadiana, dengan didampingi jajaran direksi BSN yakni Direktur Consumer Banking Mochamad Yut Penta dan Direktur Commercial and Corporate Banking Maqin U. Norhadi.
Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta menjelaskan bahwa helatan akad massal ini memuat misi utama perseroan untuk merajut kebahagiaan bagi ribuan keluarga Indonesia sekaligus menjadi stimulus penopang tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah.
“Akad massal ini adalah wujud nyata misi BSN untuk menghadirkan 10.000 kebahagiaan dan senyuman bagi keluarga Indonesia yang salah satunya bisa mewujudkan impian memiliki rumah yang berkah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah strategis Bank BSN untuk terus mendorong peningkatan literasi dan perluasan inklusi ekonomi dan keuangan syariah, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat nyata dari ekosistem perbankan syariah yang modern, inklusif, dan tepercaya,” tutur Yut Penta.
Dominasi Pasar KPR
Ditinjau dari struktur portofolionya, penyerapan 10.000 akad pembiayaan massal tersebut didominasi oleh segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Porsi terbesar dicatatkan oleh KPR Subsidi sebanyak 6.550 akad, disusul KPR Non-Subsidi sebanyak 1.975 akad, pembiayaan non-KPR sebesar 1.215 akad, serta sektor pembiayaan komersial yang menyumbang 260 akad.
Penyaluran yang dominan pada segmen perumahan subsidi ini semakin memperkuat posisi Bank BSN sebagai salah satu penopang utama pembiayaan perumahan nasional.
Hingga Juli 2026, Bank BSN mencatatkan realisasi penyaluran KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit. Capaian tersebut mengukuhkan perseroan di peringkat kedua secara nasional dalam penyaluran KPR Subsidi lintas industri perbankan—baik konvensional maupun syariah—dengan pangsa pasar (market share) mencapai sekitar 24 persen.
Adapun khusus di ceruk industri perbankan syariah, Bank BSN tampil menguasai pasar secara mutlak dengan mendominasi hingga 84 persen pangsa pasar KPR Subsidi.
Secara umum, di usia yang genap satu tahun beroperasi mandiri, langkah ekspansif perseroan diimbangi oleh fundamental keuangan yang solid. Per 31 Juli 2026, BSN membukukan total aset senilai Rp81,1 triliun atau melejit 22,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Baca juga: Kado Milad ke-1, Laba BSN Meroket 40 Persen dan Aset Tembus Rp81,1 Triliun
Laju pertumbuhan aset ini ditopang oleh penyaluran total pembiayaan yang mencapai Rp62 triliun, tumbuh 25,7 persen YoY, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp64,1 triliun yang naik 14,8 persen YoY.
Guna mempercepat efisiensi operasional dan penetrasi inklusi keuangan digital, perseroan mengandalkan platform mobile banking Bale Syariah by BSN.
Hingga akhir Juli 2026, aplikasi ini telah menembus lebih dari 225.000 pengguna aktif dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali serta mencatatkan volume transaksi mencapai Rp4,88 triliun.
Platform digital ini dioptimalkan tidak hanya untuk kebutuhan pembayaran angsuran KPR, namun juga mencakup transaksi pembayaran harian, QRIS, transaksi sosial syariah seperti zakat, infak, dan sedekah, hingga pengisian ulang saldo Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.
Dalam memperluas jangkauan operasionalnya, BSN terus memperkuat jaringan kemitraan strategis dengan menggandeng lebih dari 4.000 pengembang perumahan dan 3.000 notaris, di samping bersinergi dengan Kementerian PKP, BP Tapera, Danantara Indonesia, serta pemerintah daerah guna mendorong terwujudnya ekosistem perumahan dan keuangan syariah yang berkelanjutan di seluruh Indonesia. (*) Ari Nugroho


