Poin Penting
- OJK mencatat 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadan 2026, melibatkan 22.593 rekening, meningkat dibanding tahun lalu.
- Modus utama meliputi belanja online, promo dan hadiah palsu, serta investasi bodong yang memanfaatkan momen persiapan Lebaran.
- Penipuan kendaraan bekas jelang mudik juga marak, namun sebagian dana korban berhasil diselamatkan karena laporan cepat ke OJK.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tren penipuan di sektor keuangan melalui ranah digital selama Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, dalam 10 hari pertama Ramadan 2026 terdapat 13.130 laporan penipuan yang melibatkan 22.593 rekening.
“Ini sudah bisa kita lihat ada peningkatan yang tadi saya sampaikan, baik sebelum bulan puasa maupun 10 hari di bulan puasa tahun 2025,” kata Kiki sapaan akrab Friderica dalam konferensi pers RDK, dikutip, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca juga: Bos OJK Beberkan Jurus Ampuh Berangus Kejahatan Scam
Modus Belanja Online hingga Promo Palsu
Kiki menjelaskan, modus penipuan selama Ramadan relatif sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran. Salah satunya penipuan belanja online yang menawarkan produk kebutuhan rumah tangga seperti pakaian, aksesori, hingga perlengkapan Lebaran.
“Belanja ya kaitan dengan penipuan belanja online menawarkan produk-produk yang biasa ibu-ibu banyak membutuhkan banyak hal ya, terkait dengan nanti persiapan Lebaran dan lain-lain, entah itu baju, pakaian, segala macam, aksesori, persiapan nanti Lebaran dan lain-lain Itu memang banyak trennya seperti itu, jadi kita antisipasi itu banyak sekali penipuan transaksi belanja jual-beli online,” ungkapnya.
Baca juga: Scam Kian Merajalela, IASC Blokir Dana Rp436,88 M dari Kerugian Rp9,1 T
Kemudian, penipuan investasi dan hadiah menjelang Lebaran, dengan menawarkan berbagai promo maupun mendapatkan pesan bahwa mereka mendapatkan hadiah. Namun, hal itu merupakan penipuan yang ketika di klik merupakan tautan terkait penipuan.
“Jadi ini banyak promo yang ditawarkan padahal itu adalah penipuan, selamat Anda mendapat, mereka bisa tau kita kadang belanja di mana gitu ya. Kita mendapat hadiah dan lain-lain ternyata ketika kita klik begitu ya ternyata itu adalah tautan terkait penipuan,” ujarnya.
Penipuan Kendaraan Bekas Jelang Mudik
Selain itu, OJK juga menerima laporan penipuan konvensional, seperti transaksi pembelian kendaraan bermotor bekas menjelang mudik. Korban umumnya sudah telanjur mentransfer dana sebelum menyadari adanya penipuan.
“Itu memang di luar OJK ya tetapi yang dilaporkan adalah mereka sudah telanjur mentransfer gitu ya Misalnya kemarin kita tangani alhamdulillah bisa kita kejar uangnya bisa kita selamatkan. Itu penipuan mobil kendaraan ya kendaraan bekas dan lain-lain karena mungkin orang nanti mau mudik, mau pulang kampung, biar kelihatan punya motor, punya mobil dan lain-lain Itu juga kemarin banyak dilaporkan, mereka terkena scam,” bebernya.
“Alhamdulillah mereka melaporkan dalam waktu yang tidak tahu lama dari proses mereka mentransfer bisa kita lakukan pengukiran dan sudah kita sampaikan untuk dikembalikan,” tambah Kiki. (*)
Editor: Yulian Saputra










