Jakarta–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia per Februari 2017 tercatat sebesar 7,01 juta jiwa, atau menurun tipis bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama yakni mencapai 7,02 juta jiwa.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2017 sebesar 5,33 persen, mengalami penurunan sebesar 0,28 persen poin dibanding Agustus 2016 dan turun sebesar 0,17 persen poin dibanding Februari 2016.
“Pada Februari 2017, sebesar 58,35 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal, dan persentase pekerja informal naik 0,07 persen poin dibanding Februari 2016,” ujarnya, di Jakarta, Jumat, 5 Mei 2017.
Selama setahun terakhir, sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja adalah Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 0,42 persen poin, Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi (0,27 persen poin).
Kemudian, sektor Pertanian 0,12 persen poin, dan Sektor Industri sebesar 0,07 persen poin. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah sektor Konstruksi sebesar 0,64 persen poin dan sektor Perdagangan sebesar 0,25 persen poin. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa pada Februari 2017, terdapat 30,14 persen penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu) mencakup 7,62 persen setengah penganggur dan 22,52 persen pekerja paruh waktu.
“Dalam setahun terakhir, setengah penganggur turun sebesar 1,05 persen poin, sementara pekerja paruh waktu naik sebesar 1,08 persen poin,” jelasnya.
Untuk rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai pada Februari 2017 sebesar Rp2,70 juta, dengan tertinggi di sektor listrik, gas, dan air yaitu sebesar Rp4,43 juta. Sedangkan terendah terjadi di sektor pertanian yaitu sebesar Rp1,75 juta.
“Jika dibandingkan menurut jenis kelamin, rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan yaitu Rp2,95 juta dan Rp2,27 juta,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga


