Poin Penting
- Pemerintah menyiapkan skema kredit baru bagi perempuan pelaku usaha mikro dengan bunga flat 8 persen.
- Plafon pinjaman mencapai Rp15 juta dengan tenor 6–24 bulan.
- Pemerintah mengalokasikan subsidi bunga sebesar Rp2,62 triliun pada 2026.
Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan skema Kredit Program baru bagi perempuan pelaku usaha mikro sebagai instrumen untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Skema tersebut akan melengkapi empat program pembiayaan yang telah berjalan, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Alsintan, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dan Kredit Program Perumahan (KPP).
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan program ini merupakan transformasi pembiayaan PNM Mekaar dengan bunga yang jauh lebih rendah.
“Selama ini pembiayaan PNM Mekaar berada pada kisaran 18–25 persen. Melalui Kredit Program bagi perempuan pelaku usaha mikro, Pemerintah menurunkan suku bunganya menjadi 8 persen (flat) per tahun sehingga ibu-ibu yang mau berusaha, yang sedang berusaha, dan yang pernah serta akan kembali berusaha dapat memperoleh pembiayaan yang jauh lebih terjangkau,” ujar Haryo dalam keterangannya, Jumat (3/7).
Baca juga: Nasabah PNM Mekaar Bersiap, Bunga Pinjaman Turun Jadi 8 Persen
Melalui transformasi pembiayaan PNM Mekaar, suku bunga yang sebelumnya berada di kisaran 18–25 persen per tahun (flat) akan diturunkan menjadi 8 persen per tahun (flat).
Program ini menawarkan plafon pembiayaan hingga Rp15 juta per debitur dengan tenor 6 hingga 24 bulan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat inklusi keuangan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan.
Untuk mendukung implementasinya, pemerintah tengah menyiapkan berbagai regulasi pendukung serta mengalokasikan subsidi bunga atau subsidi marjin sebesar Rp2,62 triliun pada 2026.
Menurut Haryo, dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pembiayaan yang lebih terjangkau, meningkatkan kapasitas usaha perempuan pelaku usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Penyaluran Kredit Program Capai Rp167,97 Triliun
Hingga 28 Juni 2026, realisasi penyaluran Kredit Program telah mencapai Rp167,97 triliun atau sekitar 49,20 persen dari target 2026 sebesar Rp341,39 triliun.
Capaian tersebut ditopang oleh penyaluran KUR yang mencapai Rp147,70 triliun kepada 2,32 juta debitur dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 2,39 persen. Realisasi itu setara 50,83 persen dari target plafon KUR tahun ini.
Baca juga: PNM Mekaar Layani 16,1 Juta Nasabah, Lebih dari 2,4 Juta Berhasil Naik Kelas
Sementara itu, realisasi Kredit Usaha Alsintan mencapai Rp71,10 miliar, Kredit Industri Padat Karya (KIPK) sebesar Rp91,93 miliar, dan Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp17,74 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


