Poin Penting
- Bank Jambi dinilai memiliki peluang besar meningkatkan pembiayaan sektor produktif.
- Struktur ekonomi Jambi menjadi potensi bagi ekspansi kredit produktif.
- Transformasi digital dan dukungan pemda diyakini memperkuat daya saing Bank Jambi.
Jakarta – Pengamat Perbankan, Laila Farhat, menilai Bank Jambi memiliki peluang besar untuk meningkatkan pembiayaan sektor produktif seiring pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatnya kebutuhan akses permodalan masyarakat.
Menurutnya, sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi memegang peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi melalui optimalisasi fungsi intermediasi perbankan, yakni menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau pembiayaan produktif.
“Struktur ekonomi Jambi yang ditopang sektor perkebunan, pertanian, perdagangan, jasa, dan UMKM merupakan potensi pasar yang sangat besar bagi Bank Jambi untuk meningkatkan portofolio pembiayaan produktif. Peluang ini perlu dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik,” ujar Laila, dalam keterangannya, dikutip Rabu, 11 Juni 2026.
Baca juga: Sinergi Bank Jambi-Bank BJB Dorong Pembiayaan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Laila menjelaskan, pembiayaan produktif memberikan dampak ekonomi yang luas karena mampu mendorong pertumbuhan usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat basis ekonomi daerah.
Ia menilai, ekspansi pembiayaan yang dilakukan Bank Jambi harus tetap berorientasi pada kualitas agar pertumbuhan kredit berjalan seimbang dengan pemeliharaan kualitas aset dan kesehatan bank secara keseluruhan.
“Pertumbuhan pembiayaan yang sehat bukan hanya dilihat dari peningkatan volume kredit, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas portofolio pembiayaan, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL), serta tingkat profitabilitas yang berkelanjutan,” katanya.
Transformasi Digital Perluas Akses Pembiayaan
Menurut Laila, transformasi digital yang terus dilakukan Bank Jambi dapat menjadi instrumen penting untuk memperluas akses layanan keuangan dan pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Selain itu, dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham dinilai menjadi modal penting bagi Bank Jambi untuk terus meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas basis nasabah, dan memperkuat daya saing di tengah industri perbankan yang semakin kompetitif.
Baca juga: Serangan Siber Berbasis AI Makin Ganas, Ini yang Harus Dilakukan Industri Perbankan
“Ke depan, Bank Jambi memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak utama pembiayaan sektor produktif di daerah. Dengan tata kelola yang baik, permodalan yang kuat, serta strategi bisnis yang adaptif, Bank Jambi dapat memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Provinsi Jambi,” pungkasnya.
Laba Bersih Capai Rp330 Miliar
Berdasarkan laporan kinerja keuangan, Bank Jambi berhasil membukukan laba bersih senilai Rp330 miliar, sepanjang tahun buku 2025.
Angka realisasi laba penuh tahun 2025 ini, ditopang kapasitas pendapatan (earning capacity) yang kuat.
Sebagai perbandingan, per September (Kuartal III) 2025, laba bersih tercatat senilai Rp272,14 miliar (tumbuh 3,56 persen year-on-year). (*)
Editor: Yulian Saputra


