Poin Penting
- Bank Jambi dan Bank BJB bekerja sama menyalurkan kredit melalui skema joint financing.
- Kolaborasi ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan efisiensi layanan.
- Kredit Bank Jambi per September 2025 tumbuh menjadi Rp9,90 triliun.
Jakarta – Bank Jambi bersama Bank BJB memperkuat sinergi antarbank pembangunan daerah melalui kerja sama penyaluran kredit kepada masyarakat dengan skema Joint Financing (JF).
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan pembiayaan yang lebih mudah diakses, transparan, dan berkelanjutan.
Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB, Nunung Suhartini mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi antarbank pembangunan daerah guna mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, melalui skema joint financing, Bank Jambi dan Bank BJB melakukan pembiayaan bersama untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit, memperluas akses layanan keuangan, serta memperkuat efisiensi layanan perbankan kepada masyarakat.
“Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja bisnis Bank Jambi dan Bank BJB melalui penguatan kolaborasi dan pengembangan portofolio pembiayaan secara bersama,” jelasnya dikutip laman Bank Jambi, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca juga: Pengamat: Bank Jambi Tak Krisis, Sedang Transformasi dan Modernisasi
Ia menambahkan, kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi antarbank pembangunan daerah guna mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Optimal
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jambi Khairul Suhairi menyampaikan bahwa sinergi tersebut tidak hanya menjadi penguatan kerja sama bisnis antarbank, tetapi juga upaya menghadirkan solusi layanan keuangan yang lebih optimal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat dengan proses yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Bank Jambi Gandeng SMF, Perkuat Likuiditas Pembiayaan Perumahan Rp200 Miliar
Melalui kolaborasi tersebut, Bank Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan yang adaptif, kolaboratif, dan mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pembiayaan masyarakat.
Kinerja Bank Jambi Tumbuh
Diketahui, per September 2025, realisasi kredit dan pembiayaan Bank Jambi mencapai Rp9,90 triliun atau naik tipis 2,20 persen dari tahun lalu.
Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank Jambi tersebut diikuti dengan kenaikan non performing loan (NPL). NPL gross meningkat dari 2,05 persen menjadi 2,22 persen.
Sementara NPL net naik dari 0,74 persen menjadi 0,81 persen. Meski demikian, kualitas kredit dapat dikatakan baik karena jauh di bawah ambang batas ketentuan regulator, yakni 5 persen.
Sementara dari sisi funding, dana pihak ketiga Bank Jambi mengalami pertumbuhan signifikan. Per September 2025, DPK menembus Rp10,84 triliun atau naik 19,28 persen, jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional 8,4 persen.
Seiring dengan kinerja intermediasi yang apik, aset Bank Jambi pun ikut terdongkrak. Hingga September 2025, total aset perseroan tumbuh 20,43 persen menjadi Rp15,15 triliun dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,58 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


