Poin Penting
- DPLK Syariah Muamalat mencatat aset kelolaan Rp2 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 12 persen secara tahunan, didorong kenaikan jumlah peserta dan kinerja investasi yang positif
- Jumlah peserta individu DPLK Syariah Muamalat telah menembus 125 ribu orang, dengan 958 perusahaan menjadi peserta
- Seluruh paket investasi DPLK Syariah Muamalat membukukan imbal hasil positif, dengan paket investasi C mencatat return tertinggi sebesar 25,16 persen dalam setahun terakhir.
Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan aset Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat menjadi Rp2 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perolehan tersebut ditopang oleh lonjakan jumlah peserta individu maupun perusahaan serta kinerja investasi yang moncer di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Executive Director DPLK Syariah Muamalat, Aznovri Kurniawan, mengatakan, capaian ini merefleksikan komitmen DPLK Syariah Muamalat yang senantiasa mengupayakan hasil terbaik untuk investasi pensiun nasabahnya, baik peserta perusahaan maupun masyarakat umum.
“Investasi pensiun adalah investasi jangka panjang. Oleh karenanya, kami fokus pada strategi investasi yang aman dan prudent, tetapi dapat memberikan hasil yang optimal untuk mencapai tujuan pensiun sejahtera dan berkah bagi nasabah atau peserta kami,” ujar Aznovri, dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca juga: Pembiayaan SME Bank Muamalat Tumbuh 24 Persen Jadi Rp2,9 Triliun di 2025
Diketahui, sebagai dana pensiun syariah pertama di Tanah Air, DPLK Syariah Muamalat mencatat pertumbuhan bisnis yang solid.
Per Mei 2026, jumlah peserta individu menembus lebih dari 125 ribu peserta. Sementaram jumlah perusahaan yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun karyawan kepada DPLK Syariah Muamalat mencapai 958 perusahaan.
Dalam periode satu tahun terakhir, DPLK Syariah Muamalat juga berhasil menambah 101 perusahaan anyar.
Penambahan tersebut adalah yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan giatnya DPLK Syariah Muamalat melakukan literasi keuangan syariah dan investasi dana pensiun.
Imbal Hasil Investasi Tetap Positif
Lebih lanjut, di tengah volatilitas pasar global, tiga paket investasi yang ditawarkan DPLK Syariah Muamalat pun membukukan kinerja impresif.
Di mana, paket investasi A yang terdiri dari instrumen pasar uang syariah memberikan imbal hasil 6,49 persen dalam setahun terakhir.
Baca juga: Transformasi Bank Muamalat di Usia ke-34, Perkuat Digital dan Ekosistem Syariah
Adapun paket investasi B sebagai gabungan dari instrumen pasar uang dan pendapatan tetap syariah menghasilkan 6,25 persen.
Sementara paket investasi C, yang merupakan kombinasi instrumen pasar uang, reksa dana, dan saham syariah bahkan memberikan imbal hasil mencapai 25,16 persen.
“Alhamdulillah, semakin banyak perusahaan dan masyarakat umum yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun karyawannya kepada DPLK Syariah Muamalat, amanah yang insya Allah terus kami jaga dengan baik,” jelasnya.
Kepercayaan Jadi Kunci
Sementara, Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, peningkatan aset dan jumlah peserta DPLK Syariah Muamalat mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada Bank Muamalat sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia.
Ke depan, kata Ricky, DPLK Syariah Muamalat akan melanjutkan strategi tiga pilar peningkatan bisnisnya, yakni pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi, dan tata kelola yang baik dengan peningkatan layanan dan digitalisasi.
“Untuk merealisasikannya, DPLK Syariah Muamalat memaksimalkan pelayanan melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat maupun menggandeng langsung mitra strategis,” tutup Ricky. (*)
Editor: Galih Pratama


