Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa penerimaan pajak hingga Februari 2025 mencapai Rp187,8 triliun, atau setara 9,7 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Realisasi penerimaan pajak tersebut mengalami penurunan signifikan, anjlok sebesar 30,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp269,02 triliun.
“Penerimaan perpajakan Rp240,4 triliun atau 9,7 persen dari target tahun ini,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam APBN Kita, Kamis, 13 Maret 2025.
Baca juga: Alarm Ekonomi RI Menyala! Pajak Anjlok 41,8 Persen, Utang Pemerintah Bengkak 43,5 Persen
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mengungkapkan bahwa anjloknya penerimaan pajak disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penurunan harga komoditas global. Antara lain batu bara yang turun -11,8 persen, minyak brent -5,2 persen, dan nikel -5,9 persen.
Anggito juga menjelaskan bahwa penerimaan pajak memiliki pola musiman. Biasanya, penerimaan pajak pada Desember lebih tinggi karena momentum Natal dan akhir tahun anggaran, sementara pada Januari-Februari cenderung menurun.
Baca juga: Penerimaan Pajak hingga Februari 2025 Susut ke Rp298,87 Triliun, Ini Faktornya
Selain itu, tambah Anggito, penurunan penerimaan pajak juga dipengaruhi oleh kebijakan Tarif Efektif Rata-rata (TER) atas PPh 21, yaitu pajak atas upah, gaji, dan honorarium karyawan dan pegawai. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Gubernur Jambi memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayar meski Bank Jambi mengalami… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II membahas upaya mendorong perdamaian Gaza dan stabilitas… Read More
Poin Penting Hingga kini belum ada keputusan resmi untuk menunda impor pikap India sebanyak 105… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang tenor penempatan dana Rp200 triliun di Himbara hingga September 2026, sebelumnya… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun di Himbara, disambut positif BRI. Dana… Read More
Poin Penting Perpanjangan dana SAL di Himbara hingga September 2026 meredakan tensi likuiditas antarbank Perbankan… Read More