Poin Penting
- Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 tetap di atas 5 persen.
- Investasi dan insentif pemerintah menjadi penopang utama pertumbuhan.
- Optimisme pemerintah lebih tinggi dibanding proyeksi CORE Indonesia.
Jakarta – Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II (Q2) 2026 tetap berada di atas 5 persen. Keyakinan tersebut ditopang oleh realisasi investasi yang tetap kuat serta berbagai insentif yang digulirkan untuk menjaga aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, investasi masih menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. Di sisi lain, berbagai stimulus pemerintah juga dinilai memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian domestik.
“Kita monitor aja. Di atas 5 masih (ekonomi kuartal II 2026). Kuartal II masih terkait dengan investasi dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantornya, Rabu, 29 Juli 2026.
Baca juga: Investasi Kesehatan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Ini Alasannya
Selama kuartal II 2026, pemerintah meluncurkan sejumlah insentif untuk mendorong konsumsi masyarakat, terutama pada periode libur sekolah.
Stimulus tersebut meliputi diskon tiket kereta api, kapal laut, pembebasan tarif angkutan penyeberangan, serta pemberian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat pada Juni 2026 yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada kuartal II 2026 mencapai Rp511,8 triliun. Angka ini tumbuh 7,1 persen secara tahunan (yoy), atau 25,1 persen dari target 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun.
Optimisme Pemerintah Lebih Tinggi dari Proyeksi CORE
Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan. Capaian tersebut didorong oleh tingginya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri.
Memasuki Q2, laju pertumbuhan diperkirakan melambat karena tidak lagi didukung momentum musiman tersebut.
Baca juga: INDEF Soroti Pertumbuhan Ekonomi Syariah Belum Diikuti Penguatan Daya Saing
Sebelumnya, Center of Reform on Economics (CORE Indonesia) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 berada di kisaran 4,8 hingga 4,9 persen.
“Hitung-hitungan kami memperkirakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 adalah antara 4,8 sampai 4,9 persen,” kata Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal & Moneter CORE Indonesia, A. Akbar Susamto, dalam CORE Mid Year Economic Review, Rabu, 29 Juli 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


