Poin Penting
- BMRI dan BBCA mencatat kinerja positif pada Semester I 2026.
- BMRI dinilai lebih menarik untuk investor yang mengejar pertumbuhan.
- BBCA tetap unggul dari sisi fundamental dan kualitas aset.
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah melaporkan kinerja keuangan untuk semester I 2026 yang positif, dengan BMRI berhasil menyalurkan kredit Rp1.592 triliun dan kredit BBCA mencapai Rp1.036 triliun.
Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, menyampaikan bahwa keduanya menjadi katalis positif bagi sektor perbankan. Namun, BMRI lebih unggul dari sisi pertumbuhan laba dan ekspansi kredit sehingga menawarkan momentum yang lebih kuat.
“Sedangkan BBCA tetap unggul dari sisi kualitas fundamental melalui CASA yang tinggi, profitabilitas yang konsisten, dan kualitas aset yang solid,” kata Elandry kepada Infobanknews dikutip, Kamis, 30 Juli 2026.
Baca juga: Asing Borong Saham Rp1,22 Triliun, BMRI hingga BBCA Jadi Incaran
Oleh karena itu, dalam jangka pendek, ia menilai pergerakan keduanya masih dipengaruhi capital flow investor asing dan dinamika suku bunga global.
“Sementara hingga akhir tahun, BMRI lebih menarik bagi investor yang mengejar growth, sedangkan BBCA tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan kualitas bisnis,” imbuhnya.
Sentimen Global Masih Jadi Penentu
Adapun, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, juga menilai dari sisi kinerja keduanya cukup baik, namun perlu diperhatikan beberapa sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan harga saham keduanya.
“Jika dari segi pergerakan perlu diperhatikan beberapa katalis seperti nilai tukar serta hasil Fed meeting karena mayoritas pergerakan saham scripless di dominasi asing dan mereka menunggu konfirmasi dari beberapa data tersebut,” tambah Ahmad dalam kesempatan terpisah.
Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Sinyal Hawkish Kian Menguat
Ahmad menyebut untuk sementara ini investor dengan tipikal dividend investor sudah dapat mulai mengakumulasikan saham perbankan terutama bank himbara, dengan thesis investasi potensi peningkatan dividend yield pada tahun-tahun mendatang.
“Sementara untuk dari segi pergerakan BMRI cenderung sideways selama belum mampu break level 4.580, dan BBCA juga berada dalam tren senada dengan level acuan resistance di 6.850,” tutup Ahmad.
Sebagai informasi, dalam sepekan terakhir harga saham BMRI tercatat masih menurun sebanyak 6,62 persen ke posisi 4.090, sedangakan BBCA dalam periode yang sama sempat menguat pada level 6.300. (*)
Editor: Yulian Saputra


