Poin Penting
- Pemerintah menawarkan investasi data center kepada 27 perusahaan China melalui forum bisnis di Jakarta.
- Pasar pusat data Indonesia diproyeksikan tumbuh menjadi USD3,48 miliar pada 2031.
- BKPM menyiapkan reformasi perizinan dan berbagai insentif untuk menarik investasi baru.
Jakarta – Pemerintah menawarkan peluang investasi pusat data atau data center kepada pelaku usaha China. Langkah ini memanfaatkan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Penawaran itu disampaikan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam Forum Indonesia-China Partnership Forum yang digelar di Jakarta, Kamis (23/7).
Sebanyak 27 perusahaan China mengikuti forum tersebut. Pemerintah menilai momentum ini penting untuk menarik investasi digital baru.
Baca juga: OJK Tegaskan Data SLIK Wajib Diperbarui Maksimal 3 Hari setelah Pinjaman Lunas
Data Center Jadi Peluang Investasi Menjanjikan
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Andi Maulana mengatakan data center memiliki prospek sangat besar. Pertumbuhan ekonomi digital menjadi pendorong utamanya.
“Perkembangan data center atau pusat data menjadi salah satu peluang investasi yang sangat menjanjikan,” kata Andi, dikutip Antara.
BKPM mengutip Mordor Intelligence dalam paparannya. Nilai pasar data center Indonesia diperkirakan mencapai USD1,44 miliar pada 2025.
Nilai itu diproyeksikan meningkat menjadi USD1,83 miliar pada 2026. Angkanya terus tumbuh hingga USD3,48 miliar atau sekitar Rp56,7 triliun pada 2031.
Laju pertumbuhan tahunannya diperkirakan mencapai 13,71 persen. Prospek tersebut mencerminkan kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat.
Sementara itu, pasar pusat data global juga terus berkembang. Nilainya diperkirakan naik dari USD386,71 miliar menjadi USD684,39 miliar pada 2031.
Ekonomi Digital Perkuat Daya Tarik Indonesia
Andi menilai prospek tersebut sejalan dengan ekonomi digital nasional. Nilai gross merchandise value diproyeksikan mencapai USD180 miliar hingga USD340 miliar pada 2030.
Menurutnya, ekonomi digital kini menjadi penggerak pertumbuhan nasional. Sektor ini mempercepat transformasi di berbagai bidang usaha.
“Sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, Indonesia didukung oleh populasi muda yang berorientasi pada mobile first, akses internet yang semakin luas, serta kebijakan pemerintah yang pro-inovasi,” ujarnya.
Baca juga: Airlangga: Industri Pusat Data Batam Tumbuh 22 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional
Pemerintah Siapkan Insentif untuk Investor
Selain data center, pemerintah menawarkan peluang investasi di sektor hilirisasi. Peluang juga tersedia pada energi baru terbarukan dan kesehatan.
Pemerintah terus menyederhanakan perizinan investasi. Reformasi dilakukan melalui sistem berbasis risiko dan penguatan online single subsmission (OSS).
OSS telah terintegrasi dengan 28 kementerian dan lembaga. Pemerintah juga menerapkan service level agreement untuk kepastian layanan.
Berbagai insentif investasi turut disiapkan. Fasilitas itu meliputi 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 181 kawasan industri, fasilitas kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK), tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk, serta super tax deduction.
China menjadi salah satu mitra investasi terbesar Indonesia. Realisasi investasinya mencapai 38,34 miliar dolar AS sepanjang 2021 hingga semester I 2026. Investasi tersebut menciptakan lebih dari 500 ribu lapangan kerja. Pemerintah berharap peluang data center semakin menarik minat investor China. (*)
Editor: Galih Pratama


