Poin Penting
- Pos Indonesia koreksi pembukuan Rp9 triliun untuk periode 2023–2025 sebagai bagian dari pembenahan laporan keuangan yang dikawal BP BUMN dan Danantara
- BP BUMN dan Danantara mempercepat transformasi Pos Indonesia dengan fokus pada perbaikan tata kelola, restrukturisasi keuangan, efisiensi biaya, serta penguatan model bisnis
- Dony Oskaria menegaskan transformasi harus berdampak nyata, dengan target yang terukur untuk memperbaiki profitabilitas, menekan biaya, dan memulihkan kesehatan keuangan perusahaan
Jakarta – Manajemen anyar PT Pos Indonesia melaporkan adanya penyesuaian pembukuan senilai Rp9 triliun untuk periode 2023, 2024, dan 2025.
Koreksi tersebut merupakan bagian dari proses pembenahan laporan keuangan yang tengah dikawal Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia.
Langkah pembenahan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia, Iskandar Kunaefi.
Pertemuan ini diketahui membahas strategi percepatan transformasi perusahaan, mulai dari tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan, transformasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada perbaikan administratif, tetapi juga menyasar persoalan mendasar yang memengaruhi kinerja perusahaan.
Baca juga: Pos Indonesia Rombak Direksi, Iskandar Kunaefi Ditunjuk Jadi Dirut Baru
“Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles. Proses ini kita lakukan untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN tangguh ke depannya,” ujar Dony, seperti dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Jumat, 24 Juli 2026.
Danantara Fokus Benahi Keuangan PT Pos Indonesia
Selain melakukan restrukturisasi, Danantara bersama BP BUMN juga mendorong penataan kondisi keuangan PT Pos Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi terhadap struktur pendapatan, efisiensi biaya operasional, serta penyempurnaan model bisnis agar lebih berkelanjutan.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah memperkuat sinergi antarbadan usaha milik negara (intercompany) untuk mempercepat penurunan beban utang perusahaan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Baca juga: DPR Akan Panggil Danantara Buntut Dugaan Fraud PT Pos Indonesia
Menurut Dony, seluruh program transformasi harus memiliki target yang jelas, baik dari sisi waktu pelaksanaan maupun hasil yang ingin dicapai.
“Kalau bisnis intinya masih negatif terus, nggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu,” kata Dony.
Melalui pembenahan yang menyeluruh tersebut, BP BUMN bersama Danantara berharap PT Pos Indonesia dapat memperkuat fundamental perusahaan, memulihkan kesehatan keuangan, serta meningkatkan daya saing sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi negara. (*)
Editor: Galih Pratama


