Poin Penting
- IHSG dibuka turun 1,17 persen ke level 6.241,28 pada awal perdagangan Jumat (24/7), diikuti dominasi saham yang melemah
- KISI memproyeksikan IHSG masih berpotensi terkoreksi ke area support 6.220, namun tetap berada dalam tren bullish sehingga koreksi dinilai sebagai peluang buy on weakness
- Sentimen eksternal negatif datang dari pelemahan bursa AS akibat lonjakan harga minyak Brent di atas USD100 per barel yang memicu kekhawatiran inflasi global.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat (24/7). Pada pukul 09.00 WIB, IHSG anjlok 1,17 persen ke level 6.241,28 dari penutupan sebelumnya di 6.315,31.
Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 996,11 juta saham telah diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 90 ribu kali dan nilai transaksi sebesar Rp539,76 miliar.
Pada awal perdagangan, sebanyak 264 saham mengalami penurunan, 131 saham menguat, dan 222 saham bergerak stagnan.
Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini.
Baca juga: IHSG Berpotensi Uji Support 6.200-6.250, Ini Sentimen Penggeraknya
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan koreksi sehat menuju area support di level 6.220 sebagai area demand potensial, sebelum akhirnya melanjutkan fase penguatannya kembali,” ucapnya dalam risetnya di Jakarta, 24 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan investor untuk menerapkan strategi buy on weakness pada saham-saham pilihan, terutama emiten yang mendapat sentimen positif dari kenaikan harga komoditas.
Azharys menjelaskan, pelemahan IHSG terjadi setelah pada perdagangan Kamis (23/7) indeks ditutup turun tipis 0,30 persen, meski sempat menguat hingga 1,89 persen pada awal sesi kedua.
Koreksi tersebut dinilai sebagai pergerakan teknikal yang wajar, mengingat IHSG sebelumnya mencatat reli selama sembilan hari berturut-turut dengan total kenaikan mencapai 7,99 persen.
“Secara keseluruhan, struktur pasar IHSG masih berada dalam tren bullish yang solid,” imbuhnya.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan terakhir. Pelemahan dipicu kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga minyak mentah Brent yang menembus level psikologis USD100 per barel.
Baca juga: Investor Global Kembali Borong Saham RI, Valuasi Murah Jadi Magnet
Kenaikan harga energi tersebut memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya kembali tekanan inflasi global. Kondisi ini berpotensi menunda langkah pelonggaran suku bunga oleh The Fed serta mendorong pelaku pasar mengambil sikap risk-off.
Adapun, KISI merekomendasikan saham-saham yang berpeluang hari ini, antara lain:
- NCKL – Trading Buy, Entry Price: 870-890, Target Price: 925, 965 SL <840
- PTBA – Trading Buy, Entry Price: 2.390-2.420, Target Price: 2.490, 2.530 SL <2.350. (*)
Editor: Galih Pratama


