Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,20 persen ke level Rp17.972 per dolar AS pada perdagangan Jumat (24/7), dipengaruhi sentimen global dan penguatan dolar AS
- Tarif impor baru AS sebesar 10–12,5 persen terhadap 60 mitra dagang mulai berlaku 24 Juli 2026. Indonesia dikenai tarif 10 persen, sementara Tiongkok dikenai tarif 12,5 persen
- Bank Mandiri memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.886–Rp17.994 per dolar AS, seiring kekhawatiran perang dagang, penguatan DXY
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (24/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.972 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp17.936 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, pemerintahan Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10-12,5 persen terhadap impor dari 60 mitra dagang, yang mulai berlaku pada 24 Juli 2026.
Mitra dagang yang dinilai telah menunjukkan kemajuan dalam mengatasi praktik kerja paksa di rantai pasok mereka akan dikenakan tarif 10 persen, termasuk Indonesia, India, Kanada, Meksiko, dan Inggris. Sementara itu, Tiongkok dan beberapa negara ekonomi lainnya akan dikenakan tarif yang lebih tinggi, yaitu 12,5 persen.
“Langkah tersebut diberlakukan berdasarkan Section 301 dari Trade Act, setelah tarif global sementara sebesar 10 persen sebelumnya berakhir,” ujar Andry, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca juga: BI Optimistis Kebijakan Ini Bisa Bikin Rupiah Menguat
Andry menyebut, pengumuman ini kembali memicu kekhawatiran mengenai meningkatnya biaya impor, potensi tindakan balasan dari negara mitra dagang, serta perlambatan pertumbuhan perdagangan danekonomi global.
Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di kisaran 101,5, didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven serta ekspektasi bahwa tekanan inflasi yang tetap tinggi dapat membuat kebijakan moneter AS tetap ketat.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik menjadi USD100 per barel, menyusul serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah serta pengetatan pengawasan Iran terhadap pergerakan kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Baca juga: Purbaya Bocorkan Ada Tambahan Negara Pengecualian DHE SDA, Efeknya ke Rupiah?
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.886 hingga Rp17.994 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.886 dan Rp17.994 per dolar AS,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama


