Poin Penting
- Kementerian Keuangan berupaya menekan penggunaan APBN untuk penyelesaian utang Whoosh
- Pembiayaan Whoosh disiapkan melalui skema di luar APBN, termasuk memanfaatkan SMV Kemenkeu
- Panda Bond dipastikan bukan untuk membayar utang Whoosh, melainkan menutup defisit APBN.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diupayakan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar penyelesaian utang Whoosh tidak mengganggu anggaran yang sudah dialokasikan bagi berbagai program pemerintah.
“Whoosh itu walaupun pemerintah, tapi akan kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang dipakai untuk membayar Whoosh,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis, 24 Juli 2026.
Baca juga: Restrukturisasi Utang Whoosh Dialihkan ke Kemenkeu, Ini Penjelasan Danantara
Meski demikian, Purbaya menyatakan pengelolaan pembayaran utang Whoosh tersebut tetap dikelola oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dia menyebut, pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan di luar APBN, seperti memanfaatkan special mission vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu.
“Nanti kita kasih tahu begitu clear. Nggak (dari APBN). Kan saya punya special mission vehicle,” ungkapnya.
Bendahara negara ini pun mengaku akan menghitung kebutuhan pembiayaan Whoosh guna menyiapkan anggaran yang dapat mengurangi beban APBN.
“Nanti kita hitung untuk sedapat mungkin mengurangi beban APBN. Jadi anggaran APBN-nya tidak terganggu,” tandasnya.
Baca juga: Purbaya Bocorkan Ada Tambahan Negara Pengecualian DHE SDA, Efeknya ke Rupiah?
Dia juga memastikan penerbitan obligasi valuta asing berdenominasi renminbi yuan atau Panda Bond bukan digunakan untuk pembiayaan pembayaran utang Whoosh. Penerbitan obligasi pemerintah tersebut merupakan bagian untuk menutup defisit APBN di tahun ini.
“Ini kan untuk menutup defisit kita. Nanti ke depan apakah pakai itu, nanti kita lihat seperti apa,” bebernya. (*)
Editor: Galih Pratama


