Nasional

Pemerintah Bergerak Hadapi PHK Massal Jurnalis, Ini Kata Menkomdigi

Bekasi – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli guna membahas maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap jurnalis di sejumlah media massa.

“Kita tahu beberapa waktu lalu ada kabar menyedihkan bagi kita yang pernah menjadi jurnalis dan saya rasa bagi semua pihak,” ujar Meutya di Kabupaten Bekasi, dilansir Antara, Selasa, 6 Mei 2025.

Baca juga: Pekerja Di-PHK Meningkat, Puan: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendiri

Meutya mengakui bahwa saat ini kondisi industri media di Indonesia sedang tidak sehat. Ia menilai pemerintah perlu hadir untuk memastikan keberlangsungan hidup media, baik dari sisi kualitas jurnalistik maupun model bisnis yang keberlanjutan.

Menurutnya, ekosistem industri media massa masih jauh dari ideal. Penyehatan industri tersebut menjadi salah satu fokus utama yang sedang dipikirkan secara serius oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

Baca juga: Infobank Digital Bersama Asuransi Candi Utama Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Keuangan di SMA Bakti Mulya 400

Lebih lanjut, Meutya menyebutkan bahwa pihaknya telah menjamin komunikasi awal dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk mencari solusi konkret terhadap tantangan yang dihadapi perusahaan media, termasuk gelombang PHK.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan bertemu. Koordinasi melalui telepon sudah kami lakukan dan mudah-mudahan segera ada solusi untuk membantu menyehatkan industri media,” katanya.

PHK Massal Jadi Sorotan Publik

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah media besar mengalami penurunan performa bisnis yang signifikan. Situasi ini mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi, termasuk merumahkan banyak karyawan, di antaranya para jurnalis.

Baca juga: Catat Ya! Korban PHK Kini Bisa Terima Gaji 60 Persen, Ini Aturan Barunya

Fenomena ini kembali menjadi sorotan publik dalam beberapa pekan terakhir, terutama ketika seorang pembaca berita televisi menahan tangis saat mengucapkan salam perpisahan di layar kaca—menjadi simbol krisis yang sedang melanda industri media nasional. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Kredit Amar Bank Melesat 35 Persen di 2025, Dorong Pertumbuhan Laba

Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More

2 hours ago

Pergeseran Gaji PPL ke Bank Himbara, “Membunuh” BPD Secara Sistemik

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More

3 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (8/4) Kompak Naik, Cek Rinciannya

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak naik pada 8 April 2026, melanjutkan rebound setelah… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Melesat 2,49 Persen ke Level 7.144

Poin Penting IHSG dibuka naik 2,49 persen ke level 7.144,38 dari 6.971,02 pada awal perdagangan… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.981 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah menguat 0,72 persen ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimen Pemicunya

Poin Penting IHSG diproyeksi masih konsolidasi di kisaran 6.900–7.100, didukung sinyal teknikal (Stochastic RSI mendekati… Read More

3 hours ago