Poin Penting
- Pembiayaan SME BSI mencapai Rp25,69 triliun hingga April 2026, tumbuh 13,67 persen secara tahunan.
- Sektor pertanian, perdagangan, dan pendidikan menjadi penopang utama pertumbuhan pembiayaan.
- BSI memperkuat digitalisasi dan pendampingan UMKM, dengan rasio NPF membaik menjadi 1,80 persen.
Jakarta — Di tengah dinamika perekonomian, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan pembiayaan pada segmen usaha kecil dan menengah (SME). Hingga April 2026, pembiayaan SME BSI tercatat mencapai Rp25,69 triliun atau tumbuh 13,67 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah sektor yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, seperti pertanian dan perkebunan, perdagangan besar dan eceran, serta jasa pendidikan.
Baca juga: BSI Genggam Pangsa 83 Persen Jemaah Haji Indonesia
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy mengatakan sektor usaha kecil dan menengah masih menjadi salah satu fokus pengembangan perseroan karena memiliki potensi besar dalam mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Usaha kecil dan menengah menjadi salah satu segmen yang dibidik karena potensinya besar jika dibina dan diberikan akses pembiayaan yang tepat,” ujar Erwan, Rabu, 17 Juni 2026.
Kualitas Pembiayaan Tetap Terjaga
Di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis, BSI menilai segmen UMKM tetap memiliki ruang pertumbuhan. Namun, ekspansi pembiayaan dinilai perlu tetap disertai dengan prinsip kehati-hatian agar penyaluran dana tepat sasaran dan berkelanjutan.
Baca juga: Bisnis Cicil Emas BSI Melesat 97,90 Persen jadi Rp16,93 Triliun di April 2026
Sejalan dengan hal tersebut, kualitas pembiayaan BSI terjaga. Rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) tercatat membaik menjadi 1,80 persen dari sebelumnya 1,88 persen.
Perkuat Digitalisasi dan Pendampingan UMKM
Selain penyaluran pembiayaan, BSI juga memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha melalui transformasi digital. Salah satunya melalui layanan cash management system terintegrasi BEWIZE by BSI yang ditujukan untuk mempermudah pengelolaan keuangan usaha.
BSI juga menjalankan berbagai program pengembangan UMKM, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan, business matching, hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center. Selain itu, BSI turut memberikan pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM binaan guna meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global.
Baca juga: Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi Melonjak 208,2 Persen di Mei 2026
Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendorong UMKM naik kelas dan memperluas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Upaya ini bertujuan untuk mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global,” pungkasnya. (*) Ayu Utami


