Poin Penting
- Penyaluran pembiayaan KrediOne mencapai Rp7,3 triliun hingga Agustus 2026.
- Nilai tersebut tumbuh 59,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- KrediOne menekankan pertumbuhan pembiayaan harus diikuti kualitas dan pengelolaan risiko.
Jakarta – Platform pinjaman daring (pindar) PT Inovasi Terdepan Nusantara (KrediOne) membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp7,3 triliun per Agustus 2026. Angka ini melonjak 59,8 persen year on year (yoy), ketimbang periode sama 2025 sebesar Rp4,6 triliun.
Pertumbuhan realisasi pembiayaan itu menjadi momentum positif bagi KrediOne, terutama di tengah semakin tingginya tuntutan disiplin pelaku pindar dalam menjaga kualitas pembiayaan pengelolaan risiko, kepatuhan, serta kepercayaan konsumen
CEO KrediOne, Kuseryansyah, menegaskan, KrediOne melihat pertumbuhan tidak hanya soal seberapa besar volume pembiayaan yang disalurkan, tapi juga kemampuan membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan industri menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan digital tetap kuat, namun pada saat yang sama ekspektasi terhadap kualitas dan tanggung jawab industri juga semakin tinggi,” kata Kuseryansyah, dalam keterangan resmi, Jumat, 4 September 2026.
Baca juga: KrediOne Salurkan Pendanaan Lebih dari Rp2 Triliun di Jatim hingga Mei 2026
KrediOne Fokus Jaga Kualitas Pembiayaan
Kondisi industri yang makin dinamis juga menuntut perusahaan pindar untuk semakin selektif dan inovatif dalam mengelola pertumbuhan dan adaptasi teknologi. Pertumbuhan berkelanjutan tidak dibangun dengan fokus mengejar angka penyaluran pembiayaan saja.
“Dibutuhkan disiplin dalam menentukan prioritas, efisiensi dalam mengelola sumber daya, inovasi dalam teknologi, dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Bagi kami, efisiensi bukan berarti berhenti untuk tumbuh, tetapi memastikan setiap langkah pertumbuhan memiliki fundamental kuat,” tukasnya.
KrediOne sendiri, lanjutnya, tidak hanya fokus mengejar pengembangan bisnis, tapi juga mendorong penguatan keterlibatan dan kolaborasi dengan regulator, asosiasi, media, komunitas, hingga pelaku usaha di berbagai daerah.
Misalnya saja, KrediOne terlibat aktif dalam berbagai agenda bersama OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), termasuk dialog mengenai kepatuhan, tata kelola, praktik penagihan yang bertanggung jawab, dan perlindungan konsumen.
Baca juga: Upaya KrediOne Dukung Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Sedangkan dari sisi literasi dan inklusi keuangan, sejumlah program digelar KrediOne di berbagai daerah. Segmentasi yang dibidik termasuk pelaku UMKM, generasi muda, dan komunitas.
“Kami melihat akses dan literasi sebagai dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Ketika akses pembiayaan semakin terbuka, masyarakat juga harus memiliki pemahaman yang memadai untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab,” tegas Kuseryansyah.
Pembiayaan Pindar Tumbuh 25,88 Persen
Sebagai tambahan, industri pindar sendiri saat ini sedang dalam tren pertumbuhan kuat.
Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juni 2026, nilai oustanding pembiayaan pindar tembus Rp105,14 triliun, atau tumbuh 25,88 persen secara tahunan.
OJK juga mencatat tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) industri berada pada 4,26 persen. (*) Ari Astriawan


