Poin Penting
- Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri tercatat Rp320 triliun (+8,8 persen yoy), ditopang segmen hijau dan sosial
- Pangsa pembiayaan hijau Bank Mandiri lebih dari 35 persen, dengan penyaluran baru ke green building dan SDA hayati.
- Diperkuat Green Bond Rp5 triliun, efisiensi emisi, dan rencana SPE-GRK ritel.
Jakarta – Bank Mandiri mencatat hingga kuartal I 2026 portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp320 triliun, atau tumbuh 8,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan, portofolio tersebut terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun yang meningkat 12,6 persen yoy serta portofolio sosial sebesar Rp153 triliun atau naik 5,1 persen yoy.
“Mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa di atas 35 persen di antara tiga bank besar nasional,” ucap Henry dalam konferensi pers kinerja kuartal I 2026, Selasa, 21 April 2026.
Baca juga: Bos Bank Mandiri Beberkan Tantangan Industri Perbankan 2026
Pada kuartal I 2026, Bank Mandiri mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun di sektor green building dan Rp5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam hayati.
Sejalan dengan ketentuan POJK yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan, Bank Mandiri juga terus memperkuat sisi pendanaan.
Hal tersebut tercermin dari alokasi penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun, masing-masing sebesar 72 persen untuk sektor pengelolaan SDA hayati dan 28 persen untuk transportasi ramah lingkungan.
Pada pilar Sustainable Operation, Bank Mandiri menurunkan emisi operasional melalui penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan panel surya, serta penyediaan charging station.
Bank Mandiri juga mulai menghitung emisi Scope 3 dari perjalanan dinas dan penggunaan kertas, serta didukung digital carbon tracking untuk pemantauan emisi yang lebih terukur.
Pada pilar sustainability beyond banking, inklusi keuangan diperkuat melalui Livin’ Merchant dan program TJSL, disertai dengan penerbitan Laporan Keberlanjutan 2025 sesuai standar pelaporan global.
Baca juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 16,6 Persen
Komitmen tersebut diperkuat dengan rencana peluncuran Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk segmen ritel melalui fitur Livin’ Planet, bekerjasama dengan IDX Carbon.
“Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimis kedepannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkas Henry. (*)
Editor: Galih Pratama








