Pasca Pandemi, Pembangunan Sektor Perkantoran Masih Akan Lesu di 2023

Pasca Pandemi, Pembangunan Sektor Perkantoran Masih Akan Lesu di 2023

Tips Sukses Berbisnis Properti
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Konsultan properti Colliers International menilai kondisi ekonomi yang melambat mengganggu pemulihan di industri properti salah satunya di sektor bangunan perkantoran pasca pandemi.

Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto menyebutkan, tahun 2023 tantangan di sektor properti khususnya pembangunan perkantoran masih tinggi, dikarenakan dari sisi pasok akan ada 330 ribu m2 gedung kantor baru di Central Business District (CBD) khususnya Jakarta akan selesai di tahun ini dan siap disewakan.

“Ini menjadi satu tantangan yang cukup besar terutama untuk landlord atau pemilik gedung karena mempengaruhi tingkat okupansi, kemudian para penyewa akan lebih banyak mempunyai opsi untuk menyewa gedung di tempat yang bisa menekan harga sewa,” kata Ferry dalam Media Briefing Colliers, Rabu, 4 Januari 2023.

Sehingga, pihaknya belum melihat adanya tanda untuk pemulihan di sektor gedung perkantoran, di tahun ini masih akan menjadi tahun-tahun yang cukup sulit. Namun sebaliknya, dari sisi penyewa merupakan hal yang positif atau berada pada posisi tenancy market.

“Tapi nanti di tahun 2024 memasuki tahun politik kondisi suplai gedung baru, diprediksi tidak ada yang selesai 2024. Jadi relatif kosong stok baru gedung, ini akan membantu pemulihan sektor perkantoran dan 2025 walaupun akan ada penambahan tidak terlalu signifikan, sehingga ada ruang sektor perkantoran untuk bisa terus pulih walaupun tahun ini masih sulit untuk fully recovery,” ungkapnya.

Kemudian, salah satu faktor penghambat pemulian sektor perkantoran yaitu menurunnya permintaan kantor pada semester I-2022 akibat pelemahan ekonomi. Tercermin dari tingkat hunian di tahun 2022 sebesar 74,7% di CBD dan diluar CBD 70,8% lebih rendah dibandingkan dengan 2021.

“Ada indikasi permintaan menurun karena memang perusahan menahan untuk melakukan relokasi dan ekpansi dengan alasan menunggu sampai kondisi ekonmi lebih stabil,” pungkas Ferry.

Namun, seiring dengan pemulihan ekonomi dan kurangnya pasok baru, di tahun 2024 tingkat hunian diperkirakan akan mulai membaik. Didukung dengan mulai tumbuhnya perusahaan di bidang energi terbarukan yang akan menjadi penggerak permintaan ruang perkantoran. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]