Poin Penting
- Paradise Indonesia (INPP) membukukan laba Rp141,98 miliar pada semester I 2026, ditopang pendapatan sebesar Rp858,14 miliar dari segmen komersial
- Segmen komersial tumbuh 23 persen yoy, dengan recurring income mencapai 71 persen berkat kontribusi 23 Paskal Shopping Center
- INPP menargetkan pertumbuhan 5–10 persen pada 2026, didukung operasional 23 Semarang Shopping Center dan efisiensi yang mendorong EBITDA naik 11 persen yoy.
Jakarta – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I 2026 dengan mencatatkan laba sebesar Rp141,98 miliar.
Perolehan laba tersebut ditopang oleh pendapatan perseroan yang mencapai Rp858,14 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari segmen komersial yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Wakil Presiden Direktur & CFO Paradise Indonesia, Surina, mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan yang konservatif sebesar 5-10 persen pada 2026. Target tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang telah ditetapkan perusahaan.
Baca juga: Cinema XXI (CNMA) Cetak Laba Rp201 M pada Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp2,6 T
Menurutnya, target tersebut akan didukung oleh mulai beroperasinya 23 Semarang Shopping Center serta optimalisasi kinerja portofolio aset yang telah dimiliki perseroan.
“Kami bersyukur pada periode ini INPP mencatatkan performa yang solid, yang tercermin dari perolehan laba yang positif. Kontribusi dari proyek baru yang mulai beroperasi turut memperkuat kinerja portofolio aset yang telah ada,” ucap Surina dalam keterangan resmi dikutip, 3 Agustus 2026.
Sepanjang semester I 2026, segmen komersial mencatatkan pertumbuhan sebesar 23 persen secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh tambahan kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada kuartal III 2025.
Kontribusi tersebut turut memperkuat porsi recurring income perseroan yang mencapai 71 persen terhadap total pendapatan.
Baca juga: RMKO Raih Pendapatan Usaha Rp181,2 Miliar, Pangkas Rugi Hampir 15 Persen
“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas pendapatan. Oleh karena itu, kami menargetkan recurring income tetap berkontribusi sekitar 70 persen sepanjang 2026,” imbuhnya.
Di sisi lain, berbagai inisiatif efisiensi operasional yang dijalankan perseroan juga berhasil menopang peningkatan kinerja keuangan.
Hal ini tercermin dari EBITDA yang tumbuh 11 persen secara tahunan menjadi Rp265,12 miliar, mencerminkan efektivitas strategi operasional yang diterapkan perseroan. (*)
Editor: Galih Pratama


