Poin Penting
- Laba bersih CINT melonjak 384 persen menjadi Rp11,4 miliar pada semester I 2026
- Pendapatan naik 26 persen yoy menjadi Rp259,21 miliar, ditopang segmen perkantoran dan pendidikan
- CINT optimistis mempertahankan pertumbuhan pada semester II 2026 seiring prospek industri furnitur yang masih positif.
Jakarta – PT Chitose Internasional Tbk (CINT) membukukan kinerja positif pada semester I 2026. Emiten manufaktur furnitur ini mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp11,4 miliar, melonjak 384 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,3 miliar.
Sejalan dengan lonjakan laba tersebut, pendapatan Perseroan juga tumbuh 26 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp259,21 miliar.
Direktur CINT, Nurwulan Kusumawati, mengatakan bahwa capaian positif pada paruh pertama 2026 ditopang oleh kinerja kuat sejumlah segmen bisnis furnitur yang menjadi andalan Perseroan.
“Segmen perkantoran sebagai kontributor terbesar mencatatkan pendapatan sebelum eliminasi sebesar Rp179,4 miliar naik 69 persen yoy dibanding tahun 2025 dengan jumlah Rp105,9 miliar,” ucap Nurwulan dalam keterangan resmi dikutip, 3 Agustus 2026.
Baca juga: Cinema XXI (CNMA) Cetak Laba Rp201 M pada Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp2,6 T
Selain segmen perkantoran, segmen pendidikan juga menjadi penyumbang utama pendapatan Perseroan. Segmen ini membukukan pendapatan sebelum eliminasi sebesar Rp121,7 miliar, meningkat 36 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp89,5 miliar.
“Pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam memperluas portofolio produk, melakukan diversifikasi bisnis, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: RMKO Raih Pendapatan Usaha Rp181,2 Miliar, Pangkas Rugi Hampir 15 Persen
Memasuki semester II 2026, CINT tetap optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan. Perseroan menilai prospek industri furnitur masih menjanjikan seiring meningkatnya permintaan dari pasar domestik.
Kebutuhan furnitur diperkirakan terus bertumbuh di berbagai segmen strategis, mulai dari perkantoran, pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga sektor perhotelan dan restoran. (*)
Editor: Galih Pratama


