Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Poin Penting

  • BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada Desember 2025, dari 19,24% (2024) dan 20,55% (2023)
  • BI akan bersinergi dengan pemerintah melalui relaksasi kebijakan, program MBG yang berpotensi melibatkan 300 ribu UMKM, serta akselerasi lewat program PINISI dan insentif KLM
  • Meski risiko NPL UMKM meningkat, levelnya masih di bawah ambang batas regulator. BI menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 8–12% tahun ini.

Pontianak – Pangsa kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap total kredit perbankan nasional makin menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Pembiayaan ke sektor ini dinilai harus terus didorong, termasuk dengan penguatan dari sisi demand.

Bank Indonesia (BI) mencatat, pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan di December 2025 baru 17,49 persen. Porsinya terus mengecil dari 19,24 persen di 2024 dan 20,55 persen di akhir 2023.

“Pangsa kredit UMKM mengalami penurunan, sehingga kita perlu terus melakukan upaya-upaya. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah agar kredit UMKM bisa terus kita jaga dan tingkatkan ke depannya,” tutur Alexander Lubis, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI dalam Editors Briefing di Pontianak, Kalimantan Barat, Jum’at, 6 Februari 2026.

Baca juga: OJK Siapkan Langkah Sistemik Dorong Kredit UMKM

Kondisi saat ini, lanjut Alex, sektor UMKM mengalami risiko kenaikan kredit bermasalah (NPL). Namun tetap berada di bawah threshold yang ditetapkan regulator.

Kredit ke sektor UMKM perlu terus didorong, termasuk dengan relaksasi kebijakan sehingga diharapkan mempermudah akses kredit bagi para pelaku UMKM.

“Kita lihat juga bahwa program-program pemerintah yang bisa menjadi peluang bagi partisipasi UMKM untuk meningkatkan kinerjanya. MBG (Makan Bergizi Gratis) juga nanti kita harapkan bisa mendorong kinerja UMKM, khususnya yang bergerak di bidang pangan,” beber Alex.

Data BI menyebut, program MBG ini membuka peluang partisipasi lebih dari 300 ribu UMKM, termasuk juga UMKM Binaan BI yang bergerak di klaser beras, telur, dan daging ayam.

“Ini harus terus dioptimalkan dan menjadi pendorong kinerja kredit UMKM,” imbuhnya.

Baca juga: OJK Dorong KUB BPD Tingkatkan Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

Program-program pemerintah bisa terus didorong dan diutilisasi untuk mempecepat pertumbuhan kredit UMKM.

BI sendiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mendukung UMKM. Salah satunya dilakukan lewat program percepatan intermediasi Indonesia (PINISI).

Program ini diinisiasi BI dan diharapkan bisa mengakselerasi penyaluran kredit ke UMKM lewat Sinergi dan koordinasi dengan sejumlah Kementerian dan lembaga untuk memperkuat sisi demand.

“Ke depan akan kita terus percepat, termasuk melalui PINISI dan insentif KLM. Kita akan terus bersinergi bagaimana mengakselerasinya lagi dengan mempertemukan dari sisi demand,” lanjutnya.

Di tahun ini, BI memperkirakan kredit perbankan akan tumbuh di kisaran 8-12 persen. Target itu bisa diwujudkan lewat akselerasi kredit di era low interest rate enviroment. (*) Ari Astriawan

Related Posts

News Update

Netizen +62