Poin Penting
- Pemerintah menerbitkan Panda Bond senilai CNY7 miliar (sekitar USD1,03 miliar) untuk mendukung pembiayaan APBN 2026 dan memperluas basis investor
- Panda Bond mendapat permintaan tinggi dengan order book mencapai CNY17 miliar atau 2,4 kali nilai penerbitan, mencerminkan kuatnya minat investor
- Penerbitan dinilai memperkuat hubungan keuangan Indonesia-Tiongkok, didukung implementasi LCT serta peringkat AAA/Stable dari China Lianhe Credit Rating.
Jakarta – Pemerintah resmi menerbitkan obligasi valuta asing berdenominasi renminbi (yuan/CNY) atau Panda Bond senilai CNY7 miliar, setara sekitar USD1,03 miliar atau sekitar Rp18,47 triliun.
Penerbitan Panda Bond menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pembiayaan sekaligus menjangkau basis investor yang lebih beragam.
Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suminto, mengatakan penerbitan Panda Bond dilakukan sebagai upaya diversifikasi instrumen pembiayaan serta perluasan basis investor. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.
Baca juga: Bank of China Pimpin Penerbitan Panda Bond Perdana RI
Selain itu, penerbitan Panda Bond dinilai selaras dengan implementasi Local Currency Transaction (LCT) yang telah lebih dahulu dijalankan antara Indonesia dan Tiongkok dan menunjukkan pertumbuhan yang positif.
“Penerbitan Panda Bond dalam denominasi Yuan Tiongkok juga sangat strategis dalam konteks China sebagai mitra utama perdagangan maupun investasi,” ujar Suminto dalam keterangannya dikutip 24 Juli 2026.
Panda Bond diterbitkan dalam dua seri berdasarkan tenor. Seri pertama berjangka waktu tiga tahun senilai CNY5,6 miliar dengan imbal hasil (yield) sebesar 1,90 persen. Sementara itu, seri kedua memiliki tenor lima tahun senilai CNY1,4 miliar dengan yield sebesar 2,19 persen.
Penerbitan obligasi tersebut mendapat respons positif dari investor di pasar obligasi domestik Tiongkok. Total permintaan yang masuk mencapai sekitar CNY17 miliar atau setara Rp45 triliun, atau sekitar 2,4 kali dari nilai obligasi yang ditawarkan (bid-to-cover ratio).
Baca juga: Purbaya Bantah Patriot dan Merah Putih Bond jadi Celah Pencucian Uang
Menurut Suminto, tingginya minat investor serta tingkat pricing yang kompetitif mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah.
“Hal ini juga tercermin pada ratings AAA/Stable yang diberikan oleh China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. untuk penerbitan Panda Bond ini,” ucap Suminto. (*)
Editor: Galih Pratama


