Poin Penting
- OJK uji coba skema New RBC pada 10 perusahaan asuransi untuk memperkuat pengukuran solvabilitas
- New RBC disusun mengikuti standar global dan disesuaikan dengan kondisi pasar domestik
- Skema baru ini memakai struktur modal berbasis tier dan pendekatan forward looking.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menguji uji coba metode baru terkait dengan pengukuran solvabilitas atau kesehatan keuangan perusahaan asuransi melalui skema New Risk Based Capital (New RBC).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyebut skema New RBC akan diujicoba kepada 10 perusahaan asuransi yang terdiri dari lima perusahaan asuransi jiwa dan lima perusahaan asuransi umum.
Ogi menambahkan langkah ini merupakan bagian dari penyempurnaan kerangka permodalan industri perasuransian yang disesuaikan dengan standar internasional dan kondisi pasar domestik.
Baca juga: OJK Kaji New RBC, Zurich Asuransi Indonesia Klaim Sudah Jauh di Atas Batas Minimum
“OJK saat ini tengah melakukan penyusunan POJK terkait perhitungan solvabilitas perusahaan asuransi dan reasuransi sebagai bagian daripada penyesuaian kerangka ketentuan solvensi,” ucap Ogi dalam konferensi pers RDKB dikutip, 8 Mei 2026.
Ia menyampaikan penyesuaian tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengadopsi standar internasional seperti IFRS 17 atau PSAK 117 mengenai kontrak asuransi, serta ketentuan Insurance Capital Standard (ICS) dan Insurance Core Principle (ICP) yang dikeluarkan oleh International Association of Insurance Supervisors (IAIS).
Tidak hanya mengacu pada standar ketentuan asuransi global, OJK juga melakukan kalibrasi ulang terhadap faktor risiko agar lebih relevan dengan kondisi pasar domestik.
Skema New RBC tersebut dilakukan karena ketentuan tingkat kesehatan keuangan asuransi yang berlaku saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kecukupan modal dalam mengantisipasi risiko secara komprehensif.
“Oleh karena itu penyempurnaan metode New RBC ini bertujuan untuk memperkuat kerangka perhitungan available capital dibandingkan dengan required capital sebagai komponen utama,” imbuhnya.
OJK juga telah menjalankan pilot project New RBC yang dimulai melalui pengisian template versi sederhana untuk posisi Juni 2025 serta secara sukarela untuk posisi Desember 2025.
Baca juga: Ada 45 Perusahaan Asuransi Syariah Siap Beroperasi di 2027
“Dalam rangka melengkapi kajian tersebut OJK telah melakukan uji coba atau pilot project terhadap 10 perusahaan asuransi terdiri dari lima perusahaan asuransi jiwa, lima perusahaan asuransi umum melalui pengisian template New RBC versi sederhana untuk posisi Juni 2025 dan secara voluntary untuk posisi Desember 2025,” ujar Ogi.
Nantinya, skema New RBC akan memperkenalkan struktur permodalan berbasis tier, yang terdiri dari tier 1 sebagai modal inti, tier 2 sebagai modal tambahan dengan pendekatan yang lebih sensitif terhadap risiko dan bersifat forward looking.
OJK berharap implementasi New RBC mampu meningkatkan akurasi pengukuran kecukupan modal sekaligus memperkuat stabilitas industri asuransi dalam jangka panjang. (*)
Editor: Galih Pratama


